Still You Part 2

Tags

, , , , , ,

Cast : Lee Donghae
Im Na Young
Super Junior’s member
Kim Sang Bum
Other Cast
Author : Kasih
Leght : Chapter
Facebook : Kasetyaning Asih
Rating : 17
Genre : Romance, Friendship

Hajiman nan ajikdo you, you, you, mot ijeonna bwa
Ajikdo you, you, you, geudaeroinga bwa
Apeun geoni apeunga bwa, I don’t know
Ajikdo nan, geudaero neol, ajikdo nan neol
(Eunhyuk & Donghae, Still You)

Author POV CHO Corp, 2 Days Later….
08.30 p.m

Donghae duduk di kursi ruangannya dengan wajah lelah. Seharusnya ini sudah lewat dari jam pulangnya. Tapi beberapa pekerjaan masih harus diselesaikan mengingat 2 hari lagi ia dan timnya harus melakukan tugas luar kantor di Yongin selama 4 hari.

Akhir-akhir ini sepertinya ia dilanda stress yang makin parah. Ia memilih memejamkan matanya sejenak.
Cklek…
Donghae membuka matanya ketika mendengar pintu ruangannya dibuka seseorang. “Mianhaeyo sajangnim, karena masuk kedalam ruanganmu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu”

Donghae menghela napas berat mengetahui Na Young yang telah masuk ke dalam ruangannya. “Kalau begitu kenapa kau malah melakukannya?” tanya Donghae dingin. Na Young membungkuk pelan.

“Mianhaeyo Sajangnim” sahutnya sambil mendekati Donghae. “Ada apa?” Na Young meletakkan secangkir kopi panas di atas meja kerja Donghae.

“Mwo?” tanya lelaki itu lagi. Na Young tersenyum kecil, “Aku belum mengucapkan terima kasih pada anda sajangnim soal pertolonganmu 2 hari yang lalu, Jeongmal Gamshamida sajangnim” Na Young membungkukkan badannya pada Donghae.

“Tidak masalah, semua orang yang berada di posisiku akan melakukan hal yang sama. Hanya saja saat itu hanya aku yang bisa memberikan pertolongan lebih padamu” ujar Donghae merujuk pada saat ia memberikan napas buatan pada Na Young. Pipinya memerah sendiri saat mengingat hal itu.

“Ye, gamshamida sajangnim” ulang gadis itu. “Kalau sudah selesai, keluarlah. Bukankah sudah waktunya pulang?” tanyanya dingin, Na Young memandang mantan kekasihnya itu sendu.
“Apakah…. Kau sangat membenciku Donghae-ssi?” Donghae menoleh cepat pada Na Young. “Apa yang bicarakan hah?” tanyanya keras. Ia sangat sensitive bila sudah mengacu pada masa lalunya dengan Na Young.

“Mianhae, kalau ucapanku menyinggungmu tapi aku hanya ingin bertanya. Kau sangat membenciku?”
Donghae terlihat marah saat kalimat itu keluar dari mulut Na Young. “Apa maksudmu sebenarnya? Jangan membahas masa lalu dihadapanku!” teriak Donghae.

Gadis di hadapannya itu terlihat terkejut dengan reaksi Donghae namun tidak sedikitpun menurunkan rasa penasarannya.
“Aku hanya ingin mendengar jawabanmu Donghae-ssi” jawabnya yakin.

“Ne! aku sangat membencimu?! Lebih dari yang bisa kau bayangkan, aku sangat membencimu. Kau puas dengan jawabanku?” tantang Donghae sambil berdiri dan berjalan menghampiri Na Young, kini ia berdiri di hadapan Na Young.

Na Young menundukkan kepalanya. Ia tidak menyangka sedalam itu luka yang ia torehkan pada mantan kekasihnya ini. Ia menyesal, namun tidak dapat berbuat banyak. Andai Donghae tahu semua kenyataannya, apakah lelaki ini masih akan sebenci ini padanya?

“Mianhae Donghae-ssi, jeongmal mianhae…..” gumam Na Young yang masih dapat didengar Donghae. Lelaki itu menghela napas kasar.

“Aku tidak butuh maafmu. Sekarang bisakah kau lihat aku sekarang? Siapa aku sekarang? Aku adalah atasanmu. Setidaknya karena penghianatanmu padaku saat itu aku bisa berjuang dan bisa berada di posisiku saat ini” sambung Donghae dengan wajah merah menahan marah.

“Aku memang bersalah, mianhae. Tapi kau tidak mengerti keadaanku saat itu Donghae”
“Aku tidak perlu tahu, itu sudah masa lalu. Asal kau tahu kau adalah kenangan yang sangat ingin kuhapus dari hidupku. Tidak peduli dulu kau pernah memberiku kebahagiaan. Kenyataannya kau memberiku luka yang tidak bisa kulupakan seumur hidupku.”

Lidah Na Young kelu mendengar ucapan Donghae. Bahkan hatinya saat ini terasa sakit mendengar jawaban Donghae. Ia menyadari betul apa yang telah ia perbuat sangat jahat pada Donghae. “Mian…. Jeongmal mianhae….” Lirihnya menahan tangis.

“Setelah ini, jagalah jarakmu agar tidak dekat-dekat denganku. Aku tidak ingin kau dengan bebas mendekatiku seperti dulu. Jangan bersikap seolah kita pernah memiliki hubungan dimasa lalu. Jangan merasa kau mengenalku. Kita tidak memiliki hubungan apapun. Sebisa mungkin jangan dekat-dekat denganku” Na Young benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Donghae keluar dari ruangannya. Tidak peduli dengan Na Young yang kini menangis sendirian di dalam ruangannya. Ia bergegas menuju lift, dengan wajah marah ia tidak mempedulikan Kyuhyun, Siwon dan Sungmin yang menyapanya saat tidak sengaja mereka melihat Donghae.

Begitu lift terbuka ia segera masuk kedalamnya. “Ada apa dengannya?” tanya Sungmin pada Kyuhyun dan Siwon yang dibalas gelengan tidak mengerti oleh keduanya. Ketiga orang itu sedang ada urusan pekerjaan bersama dan mereka sebenarnya ingin menghampiri Donghae untuk mengajak lelaki itu makan malam bersama namun malah hal seperti itu yang mereka dapatkan.

Donghae memejamkan matanya sambil bersandar pada dinding lift. Ia menghela napas berat. Ia bingung dengan perasaannya. Hatinya sakit saat mengeluarkan kata kasar dan tidak berperasaan pada Na Young walaupun sebenarnya memang itulah yang ingin dikatakannya pada gadis itu.

“Ada apa denganku? Bukankah ini yang ingin kulakukan padanya? Aku membencinya kan?” tanyanya entah pada siapa. Ia kembali menghela napas berat. Ada yang tidak benar dengan perasaannya saat ini. Semua terasa tidak benar. Ia meraba dadanya yang berdetak sangat cepat.

Disisi lain, Na Young keluar dengan langkah tertatih dari ruang kerja Donghae. Lelaki itu benar, ia memang berhak membenci Na Young sebanyak itu. Tapi hatinya masih saja sakit.

“Nuna?” Na Young menoleh pada Kyuhyun, Sungmin dan Siwon yang entah sejak kapan berada tak jauh darinya. “Apa yang terjadi nuna?” tanya Kyuhyun panik sambil menghampirinya diikuti Siwon dan Sungmin yang terlihat tak kalah khawatir.

“Kau menangis?” Kyuhyun segera menyeka air mata di pipi Na Young. “Youngie, neo gwenchana?” Sungmin memberikan sapu tangannya pada Na Young. Gadis itu menggeleng pelan sambil terisak.

“Apa yang terjadi Youngie? Katakan pada kami? Apa ini ada hubungannya dengan Donghae?” tanya Siwon kali ini mengingat sikap Donghae tadi. Na Young tidak menjawab dan malah terisak makin keras. “Ya?! Jangan bertanya sebanyak itu Wonnie, kau membuatnya makin sedih” tegur Sungmin.

Kyuhyun menuntun Na Young duduk di sofa yang berada di ruangan itu. “Dia… sangat membenciku…. Kyu…” jawab Na Young terbata-bata. Kyuhyun langsung paham kemana arah pembicaraan Na Young.

“Nuna….” Gumam Kyuhyun sambil memeluk Na Young. Na Young sudah seperti kakak untuk Kyuhyun. Ia menyayangi Na Young seperti ia menyayangi saudarinya sendiri, Ahra. Dan memang hanya Kyuhyunlah yang tahu semua yang terjadi dalam hidup Na Young.

Siwon dan Sungmin hanya bisa memandang kasihan pada Na Young. Mereka sekarang yakin, ada yang tidak beres dari alasan Na Young meninggalkan Donghae dulu.

15 menit kemudian…
Sungmin memberikan gelas berisi air putih yang baru saja diambilnya pada Na Young. Gadis itu tidak lagi menangis, tapi hanya bisa diam sekarang. “Sudah lebih baik?” tanya Siwon yang dijawab anggukan pelan oleh Na Young.

“Jadi bisakah kau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi Kyu? Aku yakin sekarang, kau tahu semuanya. Ceritakan pada kami, siapa tahu kami bisa membantu?!” Kyuhyun menoleh pada Sungmin.

“Oke. Aku akan menceritakan semuanya pada kalian” jawab Kyuhyun sambil melepas jasnya.

Some Minutes Later….
“Mwo?!! Apa benar semua yang kau ceritakan ini Kyu? Kau tidak bohong kan?” Kyuhyun menggeleng. “Mana mungkin aku berbohong hyung kalau Na Young nuna saja ada disini, apa yang kukatakan memang itulah kenyataannya” jawab Kyuhyun.

Sungmin dan Siwon menghela napas berat, mereka tidak habis pikir dengan apa yang baru saja mereka dengar dari Kyuhyun. Membuat mereka mendadak bingung. Dulu tidak dipungkiri mereka juga ikut membenci Na Young saat gadis itu meninggalkan Donghae dengan kejam.

Dan saat itu hanya Kyuhyun dan Han Kyung yang dengan getol membela Na Young. Membuat semua orang bingung dengan kedua pria itu. Tapi saat ini Siwon dan Sungmin mengerti mengapa Kyuhyun dan Han Kyung sangat membela Na Young dulu.

“Lalu kenapa kau tidak menceritakan kenyataannya pada Donghae? Dengan begitu Donghae akan mengerti posisimu saat itu?! Aku juga yakin Donghae tidak benar-benar membencimu dalam hatinya Youngie?” sahut Siwon pelan.

Na Young menggeleng lemas, “Situasinya tidak sama lagi Wonnie, Donghae yang sekarang adalah Donghae yang baru. Donghae yang sama sekali berbeda dengan yang dulu. Dia tidak lagi menyimpan maaf untukku. Lagipula tidak mudah menjadikan situasi seperti semula, sudah terlambat.”

“Tapi nuna….”
“Ani Kyu, biarkan saja seperti ini. Biarkan saja, tidak ada yang perlu diubah. Biarkan aku menjadi Na Young anak buah Donghae. Dengan begitu aku akan merasa lebih baik” jawab Na Young pelan.

Kyuhyun menghela napas berat. Dia jadi ikut gila karena tanpa sengaja tercebur dalam kolam masalah Na Young dan Donghae. Dia harus bagaimana? Donghae tidak boleh tidak mengetahui kenyataan ini, lelaki itu juga terluka karena semua ini. Donghae harus tahu kenyataannya dan berhenti membenci Na Young.

Tapi disisi Na Young, gadis itu tidak bisa dengan seenaknya memberitahu Donghae kenyataannya. Situasi tidak lagi sama. Donghae membencinya dengan dalamnya. Ada banyak hal yang membuatnya sulit mengatakan yang sebenarnya.
-Still You-

One Day Later….
09.15 a.m

Kumpulan lelaki-lelaki tampan berjumlah banyak itu sedang berkumpul di rumah Hyuk Jae atau yang biasa dipanggil Eunhyuk. Pria berjuluk monyet itu baru saja membeli rumah baru tak jauh dari daerah kantor. Dan mereka berkumpul untuk merayakannya sepulang dari gereja.

“Ya! Belum semua orang datang, jangan menghabiskan semua makanan Shindong-ah!” teriak Jung Soo pada Shindong yang asyik makan daging yang dibakarnya, sedangkan yang dimarahi hanya tersenyum sebentar lalu melanjutkan makannya.

“Ck! Kemana yang lain? Bukankah seharusnya mereka sudah datang?” gerutu Heechul yang duduk di samping Ryeowook sambil menyisir rambutnya. “Sabarlah hyung, sebentar lagi juga mereka datang” jawab Ryeowook sambil melanjutkan membaca majalah ditangannya.

“Bagaimana dengan butik? Kupikir aku akan mendapat uang banyak dengan membuka butik” Henry menoleh pada Yesung, “Bukankah eommamu sudah punya butik hyung? Yang lain saja?!” usul Henry yang disetujui oleh Sungmin. “Kurasa Henry benar” sahut Sungmin membenarkan kata sepupunya itu.

Kedua orang itu membantu Yesung yang ingin membuka usaha yang baru lagi dengan memberikan usul pada Yesung. Donghae dan Kibum di sisi lain asyik bermain catur. “Ya, bagaimana bisa kau sebodoh ini Direktur Lee? Kau sudah 3 kali kalah dariku” ejek Kibum.

Donghae berdecak sebal, “Itu…. Itu… karena aku jarang berlatih, jadi aku kalah terus darimu….” Elak Donghae yang dibalas cibiran oleh Kibum.

Mereka tinggal menunggu Zhoumi, Han Kyung, Siwon, dan Kyuhyun yang belum juga datang. Sedangkan kekasih-kekasih mereka berjubel di dapur untuk menyiapkan makanan. Sedangkan yang punya rumah sedang berganti pakaian.

“Kami datang!!” teriak Zhoumi dan Siwon yang baru datang. “Eh, kalian sudah datang?!” sambut Jung Soo. “Ne hyung ada sedikit masalah di rumah tadi, kebetulan aku bertemu dengan Siwon didepan tadi” Jung Soo mengangguk mengerti.

“Dimana kekasihmu Zhoumi-ya?” tanya Jung Soo heran tidak melihat Rachel Jung, kekasih Zhoumi. “Dia tidak bisa ikut, ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya hyung?!” ujar Zhoumi sambil duduk.

“Kau tidak menanyakan kekasih Siwon hyung?” sahut Kim Bum yang baru keluar dari kamar mandi dengan senyum jahil. “Ya!! Kau menyebalkan sekali! Kau mau kupecat!?” teriak Siwon pada Kim Bum yang disambut tawa semua orang. Tentu saja mereka tertawa, Siwon tidak memiliki kekasih beberapa tahun belakangan.

Dan itu membuat mereka seringkali menggoda Siwon. “Makanya Wonnie, segera cari yeojachingu. Memangnya kau mau menjadi perjaka tua?!” timpal Eunhyuk yang turun dari tangga. Siwon kalah telak. Dengan wajah kesal ia duduk disamping Sungmin.

“Hahahah…. Kau bahkan kalah dari Kyuhyun, Wonnie?!” ledek Heechul kali ini. “Aish… hentikan hyung, lagipula kalian juga ada yang belum memiliki kekasih kan?!” elak Siwon. “Setidaknya mereka pernah memiliki kekasih Wonnie, tapi kau?” Siwon cemberut mendengar ucapan Shindong.

“Aish… kalian benar-benar menyebalkan… Donghae saja tidak memiliki kekasih beberapa tahun terakhir kalian diam saja.”Gerutu Siwon tanpa sadar. Donghae menoleh pelan pada Siwon. Siwon yang sadar akan ucapannya hanya bisa tersenyum kikuk.

“Tinggal Kyuhyun dan Han Kyung yang belum datang, kemana mereka?” tanya Yesung guna mengalihkan perhatian semua orang terutama Donghae.

“Anyeong!! Kami datang!!” teriak Han Kyung, “Kenapa baru datang huh?” Han Kyung memeluk Eunhyuk sekilas. “Ada sedikit masalah di jalan jadi kami terlambat” jawab Han Kyung. “Hyera-ya, selamat datang di rumah baruku?!” sambut Eunhyuk pada tunangan Han Kyung itu.

“Chukhae oppa?!” jawab gadis cantik itu. Tak lama Hyera segera pergi ke dapur untuk membantu yang lain menyiapkan makanan.

“Aku datang!!!” kali ini suara Kyuhyun yang terdengar. Lagi-lagi Eunhyuk menyambut di depan pintu. “Lama sekali sih!? Kau tidak tahu kami menunggumu dari tadi?” Kyuhyun memutar matanya malas. “Begini caramu menyambut Presdirmu?” tantang Kyuhyun sombong.

“Ck! Ini hari libur, kau tidak jadi Presdir di hari minggu” balas Eunhyuk. “Jinjja? Awas saja kau?!” ujar Kyuhyun tersenyum evil, membuat Eunhyuk menelan ludahnya paksa. ‘Evil satu ini benar-benar menyeramkan’ batin Eunhyuk

“Anyeong Hyukkie?!” perhatian Eunhyuk berpindah pada kekasih Kyuhyun, Hyun Mi. “Anyeong nuna, selamat datang di rumah baruku?!” Hyun Mi tersenyum manis pada Eunhyuk. “Chukhae untuk rumah barumu Hyukkie, kau sudah bekerja keras untuk ini?!” puji Hyun Mi.

Pipi Eunhyuk memerah secara tiba-tiba. “Gomawo nuna, kau baik sekali, berbeda dengan kekasihmu?!” bisik Eunhyuk. “Ya!! Kau kira aku tidak dengar hyung?! Awas kau! Dan jangan dekat-dekat kekasihku terlalu lama, menyebalkan sekali melihat wajah malumu. Memuakkan!?” balas Kyuhyun sambil melotot.

Sontak semua orang tertawa melihat pembullyan itu. Eunhyuk tidak pernah menang bila berhadapan dengan Kyuhyun. Hyun Mi hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat betapa evilnya Kyuhyun bila berhadapan dengan Eunhyuk.

“Anyeonghaseyo” perhatian semua orang tertuju pada seseorang yang baru saja memasuki rumah Eunhyuk. Im Na Young, gadis itu tersenyum sambil membawa bunga. “Youngie? Kau datang?” sambut Eunhyuk gembira yang diangguki oleh Na Young.

“Ne, aku datang bersama Na young unnie dan Kyuhyun” jawab Na Young. “Ige, untuk rumah barumu, chukhae Hyuk?!” Eunhyuk menerima bunga pemberian Na Young dengan wajah gembira.

“Wah… kau tidak perlu repot-repot, gomawo Youngie?!” Na Young mengangguk pelan. Donghae menghela napas berat. ‘Kenapa Na Young bisa ada disini? Kenapa pula dia datang dengan Kyuhyun?’ batinnya.

“Duduklah disini Na Young nuna” Na Young menoleh pada Kibum yang memanggilnya. ‘Dia gila? Kenapa menyuruhnya duduk disini?’ rutuk Donghae dalam hati.

“Gamshamida, Im Na Young-imnida” Na Young membungkukkan badannya saat sudah berdiri disamping Kibum. Lelaki berjuluk killer smile itu membalas salam Na Young. “Ne, Kim Kibum-imnida. Kau mungkin belum mengenalku nuna, aku wakil kepala keuangan di Hyundai Grup”

“Ne, ini pertama kalinya aku melihatmu”
“Aku setahun lebih muda darimu, maka aku harus memanggilmu nuna.” sambung Kibum.

“Ya! Sampai kapan kau akan mengajaknya bicara? Suruh dia duduk Kibum-ah?!” teriak Jung Soo. Na Young terpaksa duduk didekat Kibum, yang otomatis dekat dengan Donghae. Sedari tadi Donghae mengalihkan pandangannya ke televisi.

“Kalian bekerja dalam satu divisi kudengar, benarkah?” tanya Kibum pada Na Young dan Donghae. Donghae berdehem pelan mengiyakan pertanyaan Kibum. “Wah, kalian pasti akrab ya?!” sahut Kibum lagi.

Na Young tersenyum kecil mendengarnya, berbeda dengan Donghae yang mengalihkan perhatiannya pada ponsel. “Nuna, kau sudah punya kekasih?” Na Young terlihat sedikit terkejut mendengar pertanyaan Kibum itu.

Donghae melirik Na Young yang duduk disampingnya. “Ani…. Aku belum memiliki kekasih Kibum-ssi” jawab Na Young canggung. Kibum memang lelaki yang ramah, tapi pertanyaanya benar-benar membuat Na Young mati kutu. ‘Tentu saja dia belum punya kekasih, dia kan sudah bersuami’ rutuk Donghae dalam hati.

“Jinjja? Kalau begitu cobalah untuk lebih dekat dengan Donghae hyung, dia juga jomblo. Mungkin saja dia bisa jadi kekasihmu nanti nuna. Sudah lama dia tidak punya kekasih. ” sahut Kibum ringan sambil tersenyum.

“Mwooo!!!” teriak Na Young dan Donghae bersamaan.
Beberapa orang yang tadinya asyik mendengarkan percakapan mereka juga turut kaget dengan ucapan Kibum.

“Aku hampir lupa Kibum tidak tahu hubungan Donghae dan Na Young di masa lalu. Hampir saja aku ingin memukul kepalanya karena mengucapkan kalimat frontal begitu” desah Shindong pada Jung Soo, Sungmin, dan Siwon yang duduk didekatnya.

“Ne, aku baru ingat juga tentang itu. Aku melupakan kenyataan dia kuliah Amerika dulu” sambung Jung Soo sambil mengurut kepalanya.

“Ya! Apa yang kau bicarakan bocah?! Ada-ada saja” jawab Donghae kesal.“Memangnya salah? Kau dan Na Young nuna kan jomblo, ditambah kalian bekerja di divisi yang sama, pasti akan mudah bila berhubungan” balas Kibum tak mau kalah.

Na Young berusaha mengalihkan perhatiannya pada interior rumah Eunhyuk. “Aish… sudahlah Kibum-ah. Jangan bicara lagi. Sebaiknya kita mulai makan kajja!!?” Kang In berusaha menarik Kibum pergi sebelum lelaki itu mengucapkan hal frontal lagi. Bisa gawat kalau Donghae sampai marah.

“Aish… lepaskan bajuku hyung, kau kira aku ini anakmu? Lepaskan?!” Kibum sedikit memberontak saat Kang In dengan seenak hati menarik krah belakang bajunya. “Sudahlah, kajja kita makan?!” balas Kang In tetap tidak menghentikan aksinya.

Beberapa orang lainnya menyusul untuk segera ikut makan di taman belakang rumah Eunhyuk. Na Young baru saja akan beranjak saat mendengar suara datar dan dingin Donghae ditujukan padanya. “Kenapa kau kesini? Bukankah sudah kubilang tadi malam untuk tidak dekat-dekat denganku?”

Na Young tertegun sejenak, “A…ani… aku, aku hanya… hanya ingin memberi selamat pada Eunhyuk…. Tidak ada maksud lain” jawabnya tegang. Donghae tersenyum sinis, “Kau benar-benar menyebalkan?!” ujar Donghae sebelum pergi.

Na Young hanya bisa menghela napas berat mendengarnya. ‘Lagi-lagi begini’ batinnya.
“Sudahlah nuna, jangan dimasukkan kedalam hati. Lama kelamaan dia pasti berubah” Na Young menoleh pada Kim Bum yang entah sejak kapan berdiri disampingnya.

Wanita itu tersenyum kecil, setidaknya tidak semua orang membencinya bukan?
“Gomawo Bummie” Kim Bum mengangguk pelan dan segera mengajak Na Young menyusul ke taman.

Author POV
Rumah Hyuk Jae cukup besar, taman di samping rumahnya juga cukup besar. Benar-benar gayanya. Ia suka desainnya. Dia hebat juga. “Makanlah nuna, kau pasti lapar” Na Young menoleh pada Kim Bum yang duduk disampingnya sambil membawa makanan.

“Gomawo, Bummie aku akan makan nanti” jawabnya sambil menatap sekitarku. “Youngie, makanlah yang banyak!?” ujar Jung Soo sedikit keras, karena ia berada agak jauh darinya. Na Young hanya tersenyum sambil mengangguk menanggapi ucapan Jung Soo.

Donghae duduk di meja seberangnya bersama Kang In, Hyeri kekasih Kang In, Kibum, Sungmin, Na Na kekasih Sungmin, Shindong dan Shi Nae kekasih Shindong. Sedangkan dimeja lainnya diisi Kyuhyun, Hyun Mi, Siwon, Ryeowook dan Olivia Lin kekasih Ryeowook. Aku tidak mengenal semuanya, tapi aku tahu nama mereka karena Kim Bum yang memberitahuku.

Dimeja lainnya diisi Zhoumi, Yesung, Young Mi kekasih Yesung, Han Kyung, Hyera tunangan Hankyung dan Jung Soo beserta Haerin tunangannya.

Dimejanya sendiri hanya ada dia, Kim Bum, Heechul dan Henry. Eunhyuk dan kekasihnya masih berada di dalam. “Youngie, mana suamimu? Kenapa tidak ikut denganmu?” sahut Heechul mengejutkannya.

“Suami? Na Young nuna sudah bersuami?” teriak Kibum heboh, karena tidak sengaja mendengar pertanyaan Heechul. Na Young tergagap apalagi Donghae sedang menatapnya intens sekarang. Ia lupa bahwa tidak ada yang tahu tentang hal itu kecuali Kyuhyun, Han Kyung, Siwon dan Sungmin. “A… aku…”

“Benar, mana suamimu? Seharusnya kau mengenalkannya pada kami bukan? Padaku terlebih lagi” semua orang menoleh pada Donghae yang mengucapkan hal itu. Donghae menatap dingin dan tajam pada Na Young, membuat semua orang menegang dan bingung harus berbuat apa. Kibumlah yang terlihat begitu bingung, ‘ada apa sebenarnya’ batinnya.

“Aku…”
“Kau lupa membawanya?” sahut Donghae lagi dengan nada sinis. “Hae-ya….” Yesung mencoba menghentikan ucapan Donghae itu.

“Kami sangat penasaran dengan suamimu itu. Tapi kenapa kau malah tidak membawanya ikut denganmu?” Lanjut Donghae tanpa mempedulikan wajah Na Young yang memucat. “Hyung….?!” Kyuhyun mencoba memperingatkan Donghae juga, Kyuhyun mulai dibuat was-was mendengar ucapan Donghae.

“Donghae-ssi… aku tidak…” Na Young tidak bisa meneruskan ucapannya, ia bingung.
“Wae? Jadi benar kau tidak ada niat mengenalkanku dengan suamimu itu?” sambung Donghae.

Eunhyuk yang baru datang dengan kekasihnya, Ri Sa dibuat bingung karena semua orang yang terlihat tegang dan khawatir. “Ada apa ini? Kenapa semua orang terlihat aneh?” tanya Ri Sa pada Eunhyuk yang dijawab gelengan tidak mengerti oleh Eunhyuk.

“Padahal aku penasaran sekali dengan suamimu itu. Lelaki yang membuatmu menjadi penghianat?!” Eunhyuk sekarang mengerti masalahnya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sahabatnya itu juga dalam posisi sulit. Jadi tidak mungkin ia membela Na Young.

Mata Na Young sudah berkaca-kaca begitu mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan Donghae tanpa belas kasihan. “Hentikan Donghae-ya?!” Peringat Jung Soo agak keras.

“Aku tidak ingin menghentikannya sekarang hyung, aku ingin mendengar jawabannya” jawab Donghae tetap dengan nada dingin. “Donghae-ssi, aku bukan penghianat” Lirih Na Young.

“Mwo? Kalau bukan penghianat lalu apa? Bukankah wanita yang memiliki kekasih tapi meninggalkan kekasihnya untuk lelaki lain dinamakan penghianat?” Na Young tidak dapat menahan laju air matanya sekarang mendengar ucapan tajam Donghae.

“Cukup!! Cukup Hyung!!” teriak Kyuhyun marah. Lelaki itu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Donghae dan mengejutkan semua orang. Dengan kasar ia menarik krah baju Donghae hingga Donghae langsung berdiri. Semua orang dibuat terkejut dan khawatir dengan keadaan ini. Mereka berusaha menghentikan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, tolong lepaskan dia, apa yang kau lakukan Kyu” ujar Zhoumi mencoba menghentikan Kyuhyun. Na Young berjalan cepat dan keluar dari rumah Eunhyuk tanpa mempedulikan teriakan Eunhyuk. Terlalu sakit mendengar semua ini, walaupun ia berusaha menguatkan hatinya.

“Jaga ucapanmu Hyung! Brengsek kau! Kau mau kubunuh karena ucapanmu hah!!” teriak Kyuhyun yang sudah ditahan Siwon dan Kim Bum, Donghae dipegangi oleh Shindong dan Yesung. Hyun Mi juga sangat khawatir melihat emosi Kyuhyun yang meledak.

“Kenapa kau sangat peduli padanya hah? Kenapa?” tanya Donghae mencoba tidak mempedulikan amarah Kyuhyun yang sudah meledak. “Dengar hyung!? Na Young nuna, BELUM MENIKAH, kau dengar! Dia belum menikah!? Dan dengar, dia bukan penghianat!” teriak Kyuhyun.

“Mwoo?!”
“Kau tidak sadar juga hyung?! Kumohon, jangan menjadi buta karena kebencianmu pada Na Young nuna. Kau tidak tahu apa yang terjadi padanya. Jadi kuperingatkan jaga ucapanmu padanya kalau kau tidak ingin menyesal?!” Kyuhyun melepas krah baju Donghae kasar dan beranjak keluar disusul Hyun Mi yang mengejarnya.

“Kyuhyun-ah!?” teriak Hyun Mi sambil berusaha mengimbangi langkah lebar kekasihnya. Mereka ada dihalaman rumah Eunhyuk sekarang. Hampir saja tangan Kyuhyun hendak membuka mobilnya saat tangan Hyun Mi meraih pundak Kyuhyun. “Kau mau meninggalkanku?” ujar Hyun Mi sambil mengatur napasnya karena kelelahan.

“Mianhae…” jawab Kyuhyun pelan sambil tertunduk, Hyun Mi memang tidak mengerti situasi seperti apa yang sedang terjadi saat ini. Tapi ia yakin Kyuhyun sedang melakukan hal yang benar. “Gwenchana” jawab Hyun Mi pelan.

“Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, posisiku serba salah sekarang. Aku ingin Na Young nuna bisa mendapat keadilannya. Ia tidak bersalah. Tapi Donghae hyung… dia juga tidak bersalah walaupun sudah bersikap seperti itu. Dia hanya tidak tahu yang sebenarnya” lirih Kyuhyun.

Hyun Mi memandang iba kekasihnya itu, ia juga tidak tahu harus bagaimana. Ia juga tidak mengerti apa yang terjadi, dan apa yang dimaksud Kyuhyun. Hyun Mi segera memeluk Kyuhyun, setidaknya emosi lelaki ini akan sedikit reda karena perbuatannya.

Kyuhyun langsung membalas pelukan Hyun Mi dengan lebih erat, menenggelamkan wajahnya dileher wanita cantik itu. Setidaknya ada Hyun Mi sebagai tempat bersandar pikir Kyuhyun. “Kuatlah Kyu?!” gumam Hyun Mi disamping telinga Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk pelan dan makin mengeratkan pelukannya.

Hyun Mi selalu mengucapkan kalimat itu saat Kyuhyun dalam keadaan sulit seperti ini.

Lee Donghae POV
Kenapa jadi kacau begini? Apa aku sudah keterlaluan berkata begitu padanya? Acara yang seharusnya untuk bersenang-senang harus kacau begini.

“Semuanya jadi kacau” ujar Jung Soo hyung tajam, sepertinya itu ditujukan padaku. “Ada apa denganmu Hae-ya? Bagaimana bisa kau mengatakan hal sekasar itu padanya?” tanya Shindong marah.

Aku tidak bisa berkata apa-apa. “Hae-ya, aku tahu kau membencinya, tapi tidak seharusnya kau berkata seperti itu” kali ini Heechul hyung yang berkata.

“Mianhae Hyukkie-ya, acaramu jadi berantakan begini” aku mendengar Kang In hyung berkata pada Hyuk Jae. “Aniya, jangan khawatir hyung. Aku tidak apa, ini hanya acara makan-makan saja. Aku malah lebih khawatir pada keadaan Na Young. Dia pergi begitu saja tadi dalam keadaan menangis” sahut Hyuk Jae pelan.

Aku menghela napas berat. “Tidak adakah yang tahu maksud ucapan Kyuhyun tadi?” tanyaku, mereka langsung memandangku. “Benar juga, apa maksud ucapan Kyuhyun tadi? Kenapa dia bisa mengatakan Na Young belum menikah, padahal dulu jelas-jelas Na Young meninggalkan Donghae karena ingin menikah dengan pria lain?” sambung Yesung hyung.

“Jadi Na Young nuna adalah mantan kekasih Donghae hyung?” tanya Kibum dengan wajah bingung. “Ne, mereka sepasang kekasih saat masih kuliah dulu Kibum-ah. Makanya tadi kau mengatakan kalimat yang salah besar?!” Kibum memandangku dengan rasa bersalah yang kentara setelah mendengar penjelasan Shindong hyung.

“Mianhae hyung, aku tidak tahu?!” ujarnya memelas, aku mengangguk pelan. Dia tidak bersalah, dia kan tidak tahu. “Jadi menurut kalian apa maksud kalimat Kyuhyun tadi?” tanya Ryeowook.

“Han Kyung-ah, bukankah dulu saat Na Young meninggalkan Donghae, kau dan Kyuhyun yang selalu membela Na Young. Apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi?” pandangan kami tertuju pada Han Kyung hyung setelah mendengar ucapan Jung Soo hyung.

Han Kyung hyung menghela napas berat. “Aku tidak tahu persis kejadiannya, hanya Kyuhyun yang tahu semua yang terjadi pada Na Young. Saat itu yang aku tahu, Na Young tidak benar-benar menikah seperti yang ia katakan. Aku tidak tahu kenapa, tapi Kyuhyun meminta aku tetap berada di pihak Na Young” jawab Han Kyung hyung.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Jadi semua yang terjadi ini tidak semuanya benar?” Eunhyuk mengusap wajahnya tidak percaya. “Siwon-ah, Kyuhyun adalah saudaramu. Apa dia tidak mengatakan apa-apa?” Siwon menoleh begitu mendengar pertanyaan Eunhyuk.

“Kyuhyun mengatakan hal yang sama padaku?! Untuk sebabnya aku tidak tahu. Lebih baik besok kita tanyakan padanya agar semuanya segera diketahui. Dan Hae-ya, ada baiknya kau meminta maaf pada Na Young. Bagaimanapun juga hari ini kau sudah menyakiti hatinya” sahut Siwon

“Benar, ada baiknya kau meminta maaf pada Na Young” ujar Heechul hyung. Entahlah, aku tidak tahu. Aku benar-benar pusing karena ini?!

Im Na Young POV
Aku menutup pintu kamarku dengan keras. Sebenarnya apa yang harus kulakukan? Semuanya sudah diluar batas. Beruntung aku tinggal sendiri, Tae Young adik lelakiku dan eommaku tinggal di Busan, aku tinggal sendirian di Busan.

Jadi mereka tidak perlu melihat aku hancur seperti ini. Donghae, benarkah tadi itu kau? Pria yang sudah menyakiti hatiku sedalam itu benarkah kau? Benarkah aku yang sudah membuatmu seperti itu?

Aku terus menangis melampiaskan semua yang ada dihatiku. Kenapa harus seperti ini? Aku bahkan baru kembali dalam hidupnya beberapa hari yang lalu, dan sekarang hal seperti ini terjadi?

Author POV Han River
1.10 p.m

Hyun Mi memandang Kyuhyun tidak percaya. “Apa benar semua yang kau ceritakan Kyu?” Kyuhyun mengangguk pada Hyun Mi yang duduk disampingnya. Keduanya duduk diatas kap mobil Kyuhyun, dan Kyuhyun baru saja selesai menceritakan semua yang terjadi pada Na Young.

“Lalu kenapa kau tidak menceritakan yang sebenarnya pada Donghae? Kasihan dia, dia tidak tahu apa-apa?!” sambung Hyun Mi. Kyuhyun menghela napas berat, “Tidak semudah itu, Na Young nuna tidak ingin aku menceritakan apapun pada Donghae hyung. Itu membuatku gila, aku tahu tapi tidak bisa berkata apa-apa?!”

Hyun Mi menghel napas berat. Sekarang ia jadi tahu posisi macam apa yang dialami Kyuhyun. Kekasihnya ini tanpa sengaja ikut campur dalam masalah Na Young dimasa lalu. “Siapa saja yang mengetahui kebenaran ini Kyu?”

“Aku, Siwon hyung, Sungmin hyung, dan kau?! Hankyung hyung tidak benar-benar tahu apa masalahnya?!”

“Benar-benar situasi yang sulit ya?” Kyuhyun mengangguk lesu. Seandainya ia bisa mengatakan yang sebenarnya….

Lee Donghae POV
07.45 p.m

Kuhempaskan tubuhku keatas sofa ruang TV. Sungguh, aku tidak mengerti dengan situasi yang terjadi. Aku seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Kenapa Kyuhyun mengatakan hal seperti itu?

Jelas-jelas dulu Na Young meninggalkanku untuk lelaki lain. Dan yang aku tahu lelaki itu adalah teman dekatnya sejak kecil. Dengan tega dia bilang bahwa aku dan dia sudah tidak bisa lagi bersama. Dia mencintai orang lain dan tidak lagi ingin bersamaku.

Meninggalkanku sendirian di halaman kampus yang sepi itu tanpa menoleh sedikitpun, tidak mempedulikan aku yang kesakitan saat itu. Lalu sekarang bagaimana bisa hal seperti ini terjadi.

“Aku tidak bisa seperti ini…. Aku harus tahu apa yang terjadi?!” gumamku. Segera aku berlari keluar. Aku akan meminta penjelasan atas semua yang terjadi padanya.

Im Na Young’s Apartement.
08.19 p.m

Tidak banyak yang berubah dari tempat ini, masih tetap sama seperti dulu. Ingatan-ingatan saat bersama dengan Na Young dulu seperti menghujam hati dan pikiranku tanpa ampun. Dulu aku sering sekali mampir ke apartemennya setelah mengantarnya pulang.

Sudah berulang kali aku menekan bel apartement ini, tapi belum juga ada yang membukakan. Dia kemana sih?
“Im Na Young!! Aku tahu kau didalam, cepat buka pintunya!?” teriakku sambil terus menekan bel.

Setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya gadis itu keluar juga. Dengan wajah sembab dan rambut berantakan. Apa dia menangis?

“Lee Donghae? Apa… yang kau lakukan disini?” tanyanya dengan raut wajah terkejut. Tanpa mempedulikan pertanyaannya aku segera masuk kedalam apartementnya. Apartemennya juga tidak banyak berubah.

Dulu ada beberapa fotoku dan dia yang menempel di dinding ruangan ini, sekarang tidak ada lagi. “Lee Donghae-ssi, apa yang kau lakukan? Kenapa masuk kedalam apartement orang sembarangan!” teriaknya sambil menyusulku masuk kedalam apartementnya.

“Kau tidak punya sopan santun ya?” ketusnya yang lagi-lagi tidak kupedulikan. Aku yakin dia sangat marah padaku saat ini. Terlihat jelas dari raut wajahnya.

“Aku tamu disini, apa itu caramu menyambut tamu Im Na Young-ssi?”
Dengan kesal ia berlalu ke dapur, sangat aneh rasanya. Sekarang kami seperti musuh besar, seperti Tom dan Jerry yang tidak pernah akur. Atau Edward Cullen dan Jacob Black. Sangat aneh, mengingat dulu kami saling mencintai.

Author POV
Na Young kembali dari dapur dengan membawa segelas jus jeruk untuk Donghae yang sedari tadi tetap dengan kesibukannya memandangi ruang tamu apartemen Na Young. Masih sibuk bernostalgia.

“EKHHEMM…. Ini minumanmu Donghae-ssi?!” ujarnya ketus. Donghae hanya mengangguk tanpa beban.

“Sekarang katakan apa maksud kedatanganmu ke apartementku malam-malam begini!”
“Kejadian tadi pagi…. Aku… aku tidak mengerti maksud Kyuhyun…. Apa maksudnya dengan kau… belum menikah? Bukankah dulu kau meninggalkanku untuk menikah dengan lelaki lain? Jelaskan semuanya padaku Im Na Young!” perintahnya.

“Kau tidak dalam situasi bisa menyuruhku seenaknya Donghae-ssi, apalagi setelah yang kau katakan tentangku tadi pagi. Berhentilah merasa kau bisa seenaknya menyuruhku?!” jawabnya tegas, sarat dengan kemarahan. Akibat perkataan Donghae soal dirinya adalah wanita murahan, itu membuatnya sangat marah dan tidak terima.

“Duduklah!?”
“Shireo! Kubilang kau tidak dalam situasi bisa mengatur atau menyuruhku Donghae-ssi, saat ini kau hanyalah Lee Donghae mantan kekasihku bukan Lee Donghae atasanku di kantor!? Jangan menyuruhku seenaknya!” bentaknya.

“Im Na Young!! Berhentilah keras kepala! Aku kesini untuk meminta penjelasanmu tentang perkataan Kyuhyun tadi, aku tidak mau terus menjadi orang bodoh yang tidak tahu apa-apa?!” ujar Donghae ikut kesal

“Kalau begitu tanyakan pada Kyuhyun, bukan padaku.”
“Kyuhyun tidak akan mau mengatakan yang sebenarnya, kaulah yang bisa menjelaskan semuanya. Jangan lagi membuatku menjadi orang yang tidak tahu apa-apa begini…. Terlebih ini tentangmu… dan masa lalu kita… Im Na Young.”

Na Young berusaha mencegah air mata yang sejak tadi ia tahan. Ia masih terbawa emosi akibat ucapan tidak berperasaan Donghae pagi tadi, itu membuatnya tidak bisa mengatakan apapun.

“Na Young….”
“Kenapa kau ingin mendengar penjelasanku? Bukankah pendapatmu selalu benar? Bukankah apa yang kau yakini selalu benar? Tetaplah dengan keyakinanmu itu Lee Donghae. Tidak perlu mendengarkan penjelasan dari wanita murahan sepertiku?!”

Donghae mencelos mendengarnya. Wanita murahan? Ia mengatakan hal seperti itu tadi?
“Na Young….”
“Kau…. bukan Donghae yang dulu, kau Donghae yang baru yang tidak berperasaan…. Kau…” Na Young tidak sanggup lagi melanjutkan perkataannya. Keinginannya untuk menjelaskan semuanya pada Donghae hilang sudah setelah mengetahui seperti apa Donghae sekarang.

“Aku…”
“Keluarlah, bukankah besok kita harus pergi ke Yongin? Pergilah Direktur Lee, jangan membuatku memanggil security untuk mengusirmu…” tuturnya dengan nada makin pelan.

“Tapi…”
“Keluarlah?!” Donghae menghela napas berat begitu mendengarnya, dengan langkah diseret ia memaksakan dirinya keluar dari tempat itu.

Hatinya makin sakit saat Na Young menutup pintu tanpa memandangnya sedikitpun. Benarkah ia seperti itu? Benarkah ucapan Na Young bahwa ia adalah orang yang tidak berperasaan? Kenapa dia sakit sekali mendengar ucapan Na Young itu?

Dengan lemas ia duduk menyandar pada pintu apartement Na Young. “Kenapa ini makin terasa sulit Na Young…?!” gumamnya sedih.

Begitupun Na Young yang duduk menyandar pada pintu yang sama dibaliknya. Menangis sendirian, semuanya bercampur menjadi satu. Menyiksanya tanpa ampun.
“Donghae…. Apa yang harus kulakukan?” isaknya dengan menangkupkan kedua tangannya didepan wajahnya.

TO BE CONTINUED….

Still You-Part 1

Tags

, , ,

Cast : Lee Donghae
Im Na Young
Super Junior’s member
Kim Sang Bum
Other Cast
Author : Kasih
Leght : Chapter
Rating : 17
Genre : Romance, Friendship

Oneuldo geotda uyeonhi neol bwasseo,
Yeojeonhi jal jinae boin ni moseup
Iksukhan perfume, and still I miss you,
Naege judeon miso, oh yeah
Ttansaram chae tago, pyeonhage paljjang kkigo,
Utneun neoran geol
Nan ije gwaenchantago, amureochi antago,
Saenggakhaetdeon nainde
Eunhyuk-Donghae Still You

Lee Donghae POV 11.00 KST
              Lelah, itu adalah yang kurasakan saat ini. Baru lima menit yang lalu aku sampai di apartemenku. Lelaki lajang yang mapan tapi belum berkeluarga itu adalah aku. aku lelah, pekerjaanku di perusahaan sangat padat dan sebagai seorang Direktur Pemasaran aku memiliki jadwal kerja yang padat.
              Aku tinggal sendiri di apartemen besar ini. Menjadi workaholic dan bersikap dingin, akulah itu. Kunyalakan TV besar dihadapanku, tidak ada acara menarik, hanya drama percintaan yang konyol.
Lebih baik aku segera istirahat, besok pagi aku harus bangun pagi-pagi dan ke kantor.
Author POV 08.45 KST Cho Corporation
              Lelaki tampan dengan kemeja biru langit dan celana kain hitam serta dibalut jas hitam yang baru saja turun dari Audi putihnya itu selalu menarik perhatian semua orang. Tentu saja, Lee Donghae yang tampan, mapan, dan cerdas namun sangat dingin pada wanita.
              Justru sifat dingin dan angkuhnya itulah yang membuat semua wanita di Cho Corp itu penasaran dengan sifatnya. Berjalan dengan sedikit tergesa tanpa mempedulikan pandangan kagum semua orang, itulah yang sedang dilakukannya saat ini.
Divisi Pemasaran
              Semua orang segera berdiri menyambut Direktur Pemasaran mereka. “Sajangnim, staf baru kita sudah menunggu anda di ruangan anda” Donghae menoleh pelan pada sekretarisnya itu. “Benarkah?”
              “Ne sajangnim, dia orang yang akan menggantikan Tuan Jung yang mengundurkan diri, dan sekarang dia ada di ruangan anda” jawabnya disambut anggukan oleh Donghae.
              “Kembali bekerja” sahutnya. “Baik sajangnim” lelaki yang adalah sekretarisnya itu mengangguk dan kembali ke mejanya sementara Donghae segera masuk ke ruangan mewahnya.
              “Selamat pagi, kau pegawai baru di divisi….” Sapaan Donghae terhenti digantikan dengan raut wajah terkejut, “Kau…. Kau…. Im Na Young…” betapa terkejutnya lelaki itu saat menemukan wajah cantik mantan kekasihnya di bangku universitas itu dihadapannya.
              Tidak kalah terkejut, Im Na Young yang tadinya akan membalas sapaan atasan barunya itu malah dibuat terkejut dengan keberadaan Donghae di hadapannya.
              Suasana hening seketika terwujud, “Jadi kau yang akan bekerja disini… sebagai staffku?” tanya Donghae sinis setelah sadar dari keterkejutannya. Wanita cantik itu menunduk mendengar nada sinis keluar dari mulut Donghae.
“N…Ne, saya…. Staff divisi Pemasaran… sa..jangnim” sahutnya pelan. “Keluar! Aku tidak mau melihatmu lagi, aku tidak mau bekerjasama denganmu” bentak Donghae. “Tapi…”
              “Keluar!!” Mendengar teriakan atasannya Tuan Park segera masuk kedalam ruangan itu. “Ada apa sajangnim? Kenapa anda berteriak?” tanyanya.
              “Bawa wanita ini keluar, aku tidak mau melihat wajahnya, aku tidak mau bekerjasama dengannya. Bawa keluar!!!” teriak Donghae sambil duduk di kursinya sedangkan Na Young masih menunduk takut.
              “Tapi sajangnim, Presdir Cho langsung yang telah menyetujui penempatan Nona Im disini” ujar lelaki paruh baya itu. “Presdir Cho? Ck, kenapa dia ikut campur dalam masalah pegawai?”
              “Karena Presdir Cho sendiri yang mewancarai Nona Im, sajangnim, Presdir Cho yang merekomendasikan nona Im untuk ditempatkan di divisi kita.” kepala Donghae berputar mendengar penjelasan sekretarisnya itu. Apa-apaan kau Cho Kyuhyun! Teriaknya dalam hati.
              “Bawa dia keluar” ulang Donghae. “Baik sajangnim, mari nona Im” Na Young menunduk hormat sebentar lalu mengikuti Sekretaris Park keluar dari ruangan Donghae.
               Sekretaris Park sendiri dibuat kaget dengan sikap emosi yang ditunjukkan Donghae. Ini pertama kalinya lelaki itu marah besar hanya karena pegawai. Donghae mungkin lelaki dingin dan terkesan arogan tapi lelaki itu tidak pernah marah apalagi menunjukkan ekspresi seperti itu.
              “Mejamu nona Im” Na Young mengangguk pelan. “Gamsahamida Sekretaris Park” Kenapa harus Donghae? Kenapa? Batin Na Young.
              “Maafkan Direktur Lee, mungkin dia sedang tidak dalam mood yang baik” akulah penyebab moodnya memburuk Sekretaris Park, ingin sekali Na Young mengatakan itu tapi tidak mungkin.
              “Tapi apa kau mengenal Direktur Lee sebelumnya? Dia terlihat tidak terlalu suka melihatmu nona Im?” Na Young tersenyum kecut. “Em… aku punya sedikit masalah dengannya dulu Sekretaris Park” jawabnya pelan.
              “Arasseo, jangan terlalu dipikirkan apalagi ini hari pertamamu bekerja, nanti kau tidak bisa bekerja dengan baik” Na Young tersenyum singkat pada lelaki yang menurutnya sangat baik itu. “Ne, sekali lagi gamshamida Sekretaris Park”
Im Na Young POV
              Benar-benar Lee Donghae, Lee Donghae yang itu. Lee Donghae mantan kekasihku di universitas. Kenapa Kyuhyun menempatkanku disini? Bukankah ia tahu hubunganku dan Donghae di masa lalu? Kenapa menempatkanku di divisi dimana mantan kekasihku berada?
              Kalau dia bukan bosku aku akan memukul wajahnya!!! Sayangnya dia Presdirku!!! Ini hari pertamaku bekerja, masa iya aku mengundurkan diri dihari pertama aku bekerja? Itu tidak mungkin kan?
              “Anyeonghaseyo, Lim In Hee-imnida?! Kau staf baru divisi kami kan?” lamunanku buyar saat seorang wanita seumuranku memanggilku. Aku segera bangkit dan membalas salamnya, “Ne, anyeonghaseyo, Im Na Young-imnida, bangapseumnida?!”
              “Selamat datang di divisi kami, beberapa orang di divisi kami masih ada urusan. Jadi kau belum bisa menemui mereka sekarang” balasnya sambil tersenyum, ia orang yang ramah menurutku. “Ne, gwenchana. Ini hari kerja yang sibuk aku mengerti” jawabku.
Author POV
              Donghae memandang tajam ke arah Na Young yang sedang mulai bekerja dibantu In Hee. Sudah lama sekali ia tidak mendengar kabar Na Young, apalagi setelah Na Young memutuskan hubungan mereka. Dan luka saat itu masih mengaga di hati Donghae.
              Seumur hidup hanya omma dan Na Young wanita yang ia cintai sepenuh hati, namun Na Young telah merusak semuanya setelah itu. Ia membuang napas kasar dan segera keluar dari ruang divisinya.
Cho Kyuhyun’s Room
Tok… tok… tok…
              Kyuhyun yang sedang serius memeriksa laporan keuangan perusahaannya segera menyuruh sekretarisnya untuk masuk. “Ada Apa hyung?” tanyanya tanpa memandang Ryeowook yang telah berdiri didekatnya.
              “Presdir, Direktur Lee Donghae ingin bertemu anda” jawab Ryeowook. Kyuhyun segera mendongak dan memandang Ryeowook. “Oh ya? Suruh saja masuk. Aku tidak begitu sibuk”
Ryeowook segera melakukan perintah lelaki itu. Tidak lama kemudian Donghae sudah masuk kedalam ruangannya. Dari wajahnya Kyuhyun yakin lelaki itu sedang sangat kesal dan marah.
              “Ya ampun, wajahmu kenapa hyung? Seram sekali” ucap Kyuhyun pura-pura takut, Donghae seolah tidak peduli dan malah duduk di sofa mewah di ruangan Kyuhyun itu.
              “Presdir Cho, apa maksudmu menempatkan Im Na Young didivisiku? Kau tahu kan bagaimana masalahku dengannya dulu? Kenapa dia bisa ada diperusahaan ini huh?” Donghae dengan wajah kesalnya membuat Kyuhyun tersenyum.
              “Direktur Lee, kau adalah orang yang sangat profesional bukan? Kenapa kau harus menolak keberadaannya didivisimu? Aku yakin dia orang yang kompeten dan cekatan, jadi aku menempatkannya didivisimu, dia akan cocok bekerja sama denganmu” jawabnya lugas.
               “Tapi kenapa kau harus ikut campur dalam masalah pegawai sih?” sungguh kalau saja Kyuhyun bukan pemilik tempat ini dan Kyuhyun bukan sahabatnya, ingin sekali Donghae memakinya bahkan memukulnya karena ini.
              “Oh ayolah Direktur Lee, kau bahkan belum melihat kinerjanya bukan? Jadi jangan protes dulu. Aku yakin dia orang yang dapat kau andalkan dalam pekerjaanmu, dan….. percintaanmu mungkin” Kyuhyun tersenyum jahil melihat Donghae yang makin memerah wajahnya.
              “Oh My God, terserah kau saja Presdir Cho. Semakin lama aku bicara denganmu, aku akan makin stress” Donghae segera bangkit dari duduknya untuk segera keluar.
              “Jangan lupa nanti malam kita basket?!” teriak Kyuhyun sesaat sebelum Donghae keluar dari ruangan itu.
“Ada-ada saja dia, aku yakin tidak lama lagi sifat arogannya itu akan segera hilang” Kyuhyun segera kembali ketempat duduknya dan melanjutkan pekerjaanya yang tertunda.
07.35 malam KST Lapangan Basket
              “Kau nekat sekali Kyu, lalu bagaimana reaksi Donghae?” Kyuhyun tersenyum melihat wajah heran dan kaget Siwon dan lelaki-lelaki yang sedang mengerumuninya. Setelah mendengar dari Ryeowook soal Na Young yang bekerja di Cho Corp tepatnya didivisi yang dipimpin Donghae mereka langsung mengerumuni Kyuhyun.
              “Kalian seharusnya sudah bisa menebaknya kan? Dia masuk kedalam ruanganku seolah akan menyembelihku, hahaha…. Seharusnya kalian lihat sendiri ekspresinya itu.” Sungmin yang berada disamping Kyuhyun langsung memukul kepala Presdir muda itu.
              “Kami serius Presdir Cho Kyuhyun, jadi jawab dengan serius juga” ujarnya kesal yang diamini oleh semua lelaki disana.
              “Benar kata Sungmin, jawab dengan serius Cho Kyuhyun” sahut Heechul. Kyuhyun mendengus sebal.
“Ayolah, kalian pasti tahu reaksi seperti apa yang akan Donghae hyung perlihatkan bila sudah menyangkut Na Young nuna, tentu saja dia langsung marah-marah, malah kudengar dari Sekretarisnya Donghae hyung langsung mengusir Na Young nuna”
              Siwon menggeser duduknya agar makin dekat dengan sepupunya itu. “Lalu? Apa yang terjadi?” Kyuhyun menoleh malas pada Presdir Hyundai Grup itu dengan malas, “ aku berhasil merayunya, Donghae hyung orang yang sangat profesional, dan itu kujadikan senjataku.”
              Kyuhyun langsung meraih PSP putih kesayangannya yang berada didalam tasnya. “Tapi Kyu, kenapa kau melakukan itu? Maksudku, kenapa kau menempatkan Na Young didivisi Donghae, bukankah Na Young sudah menikah? Kau tentu tidak berharap Donghae kembali menjalin hubungan dengan Na Young kan?” ujar Zhoumi.
             “Na Young nuna, belum menikah” sahut Kyuhyun santai, “MWOO!!” Kyuhyun memutar bola matanya, malas. “Tepatnya tidak jadi menikah” ujarnya lagi.
              Jung Soo langsung merebut PSP Kyuhyun, hingga lelaki itu melotot pada Jung Soo, “Kembalikan hyung!?” teriaknya.
              “Ani, jelaskan dulu apa maksudmu?” Jung Soo langsung memasukkan PSP itu kedalam saku celananya. “Benar, jelaskan apa maksud kata-katamu tadi Kyu” kali ini Shindong yang menyahut.
              “Hyung, ini diluar keinginanku, lagipula ini masalah Na Young nuna jadi biar dia yang menyelesaikan. Kita cukup memantau saja apa yang akan terjadi antara dia dan Hae hyung. Jadi berhentilah menggangguku oke? Kita akan turun tangan saat sudah waktunya”
              “Baiklah baiklah kami mengerti Presdir Cho…” ujar Siwon. Kyuhyun mengeluarkan smirk andalannya. Ia dan semua hyungnya tahu semua situasi dan kejadian yang menyebabkan buruknya hubungan Donghae dan Na Young.
              Tapi ia memilih diam, Donghae dan Na Young harus menyelesaikan sendiri masalahnya. Ia tidak akan ikut campur, atau mungkin emh…. Sesekali ia akan membantu.
Lee Donghae POV
             Aku meletakkan kembali cangkir kopiku dimeja. Aku baru selesai bermain basket dengan teman-temanku. Lelah. Tapi menyenangkan. Aku lupa kapan tepatnya, tapi sejak beberapa tahun terakhir kami memiliki jadwal olahraga bersama di sabtu sore.
              Dan kami selalu datang, kecuali kalau ada diantara kami yang bepergian keluar negeri. Kuletakkan kembali remote TV yang kupegang dari tadi. Tidak ada acara yang kusukai.
              Dan sekarang ingatanku kembali lagi pada Na Young. Kenangan-kenangan dimasa lalu kembali lagi. Padahal dengan susah payah aku mencoba menyingkirkan kenangan-kenangan itu. Ya Tuhan, sebenarnya apa maksud semua ini?
              Aku ingat setelah putus dari Na Young, aku sangat frustasi. Dan aku mati-matian belajar dan kuliah untuk mengalihkan perhatian dan sakit hatiku. Aku lulus dengan nilai memuaskan saat kuliah. Hingga berita baiknya aku mendapat kesempatan bekerja di Cho Corp setelah lulus, masih appa Kyuhyun saat itu CEOnya.
              Belum selesai sampai disitu, kerja kerasku didivisi Pemasaran saat itu tidak luput dari perhatian appa Kyuhyun. Tuan Cho menyukai kinerjaku. Dan 1 tahun yang lalu, aku diangkat menjadi Direktur Pemasaran.
              Memang posisiku saat ini sangat tinggi diperusahaan, dan aku bangga dengan itu. Dan aku dengan senang hati akan menunjukkan pada Na Young siapa Donghae yang sekarang. Lihat saja nanti….
Cho Corporation 08.50 pagi KST Divisi Pemasaran….
              Walaupun tidak nyaman, Donghae tetaplah pegawai yang profesional. Ia mencoba untuk melupakan fakta bahwa Na Young adalah mantan kekasih yang ia benci. Dilingkungan kerja ia adalah stafnya.
Memang tidak sepenuhnya berhasil, tapi ia mencoba mengendalikannya. Apalagi ia dan Na Young akan sering berinteraksi. Seperti saat ini….
              Ia sedang membahas strategi penjualan perumahan di daerah Yongin. Dan ini tentu harus melibatkan Donghae selaku Direktur Pemasaran dan Na Young sebagai stafnya.
              “Minggu depan kita harus menyurvei daerah disekitar lokasi perumahan, yang kudengar saat ini daerah sekitar perumahan kita telah banyak didirikan pusat perbelanjaan dan semacamnya.”
Semua staf menyetujui ide Donghae, selain bisa bekerja mereka juga bisa refreshing. Pekerjaan kantor yang melelahkan lama-kelamaan membuat mereka stress dan lelah.
Brown Café 12.15 siang KST
              “Ah, aku ingin ikut denganmu Hae-ya, sangat membosankan dikantor terus menerus.” Keluh Eunhyuk, lelaki pemilik nama asli Lee Hyuk Jae itu baru saja mendengar cerita Donghae yang minggu depan akan pergi ke Yongin bersama timnya.
“Yongin kau pikir ada dimana babo? Yongin juga masih didaerah Seoul, kau pikir aku kesana untuk liburan? Aku dan timku kesana untuk bekerja?!” sahut Donghae sambil mengaduk minumannya.
              “Tetap saja Hae-ya, kau tidak akan dikantor kan?! Jadi aku yakin akan tetap menyenangkan. Aku ikut denganmu ya?!” Donghae tersenyum kecil melihat sahabatnya itu merajuk.
              “Lalu divisimu? Divisimu akan kacau balau kalau kau tinggal, dan Kyuhyun akan mengamuk padamu, kau mau itu terjadi?” sahut Donghae.
              “Benar juga evil itu pasti akan memarahiku kalau aku ikut denganmu” Eunhyuk membayangkan wajah menyeramkan Kyuhyun saat mengamuk, dan itu cukup membuatnya takut. Walaupun Kyuhyun lebih muda darinya, tapi jangan ditanya jika ia mengamuk. Sangat berbahaya.
              Memang Kyuhyun jarang sekali mengamuk, dan justru itulah yang ia takutkan. Sekali ia mengamuk habislah semuanya. PLETAK!! “Aaakhhhh!!” seketika lamunan Eunhyuk buyar saat dengan kejamnya seseorang menjitak kepalanya.
              Donghae tertawa gembira melihat wajah menderita Eunhyuk. “Sakit sekali, siapa sih yang menjitakku!!?” ujarnya kesakitan sambil terus mengelus kepalanya.
              “Aku babo hyung?! Wae? Kau mau marah? Mau membalas?” Eunhyuk mencibir orang yang telah dengan teganya menjitak kepalanya, Kyuhyun.
              CEO Cho Corp itu dengan santainya duduk disamping Eunhyuk. Diikuti Ryeowook yang duduk disamping Donghae. “Kau memang evil, menyebalkan sekali?!” gerutu Eunhyuk sambil tetap mengelus kepalanya.
              “Hyung kau akan pergi ke Yongin kan minggu depan?” Donghae menoleh pada Kyuhyun, “Hem… kita harus tahu keadaan terbaru dilingkungan perumahan kita, dan sekaligus mengecek apa ada kekurangan disana Kyu” jawab Donghae.
              “Baiklah, bekerjalah dengan baik seperti biasanya hyung.” Donghae mengangguk sambil tersenyum kecil. “Eh.. eh … itu Siwonnie?!” ujar Eunhyuk antusias saat melihat Siwon keluar dari kantornya.
              Maklum, café itu berada didepan Hyundai Grup, dan Cho Corp hanya berjarak sekitar 6 bangunan dari Hyundai, jadi mereka sering makan siang bersama.
              Begitu CEO Hyundai Grup itu memasuki café, Eunhyuk langsung memanggilnya. “Kalian sudah lama?” tanya Siwon setelah duduk disamping Ryeowook. “Belum, Kyuhyun juga baru datang” jawab Donghae.
              Siwon melihat-lihat sekitar café kesukaannya itu. ‘Dia mungkin belum datang’ batin Siwon, melihat sikap yang ditunjukkan Siwon, membuat mereka sedikit heran. “Apa yang kau cari hyung?” sahut Kyuhyun sambil mengambil buku menu.
               “Aniya, aku tidak mencari apa-apa” jawab lelaki tampan itu sambil ikut mengambil buku menu. Tak lama seorang pelayan mendatangi mereka untuk menanyakan menu yang mereka pesan.
3 Hari Kemudian Cho Corp…. 1.15 siang KST
              Donghae berdiri didepan lift lantai 2, ia baru saja mengantar Eunhyuk ke ruangannya, dan akan kembali ke ruangannya di lantai 9. Donghae heran sendiri dengan kelakuan sahabatnya yang sangat aneh hari ini.
Ting…
              Pintu lift terbuka, Donghae masuk kedalam lift tanpa sadar ada seseorang didalamnya, Na Young. Gadis itu juga kaget melihat Donghae yang masuk kedalam lift tanpa ragu-ragu.
Donghae baru sadar wanita yang berdiri disampingnya saat ini adalah Na Young. “Neo?” ucap lelaki itu tanpa sadar.
              Na Young menundukkan sedikit badannya untuk memberi hormat. Tidak ada suara sedikitpun yang ditimbulkan keduanya. Na Young yang canggung dan Donghae yang dingin.
              ‘Kenapa aku tidak sadar dia yang ada di lift ini sih?!’ batin Donghae. ‘Apa yang harus kulakukan sekarang?’ batin Na Young.
              Na Young berinisiatif menyapa dahulu, tapi baru saja ia akan menyapa pintu lift kembali terbuka di lantai 3. Sekelompok pegawai berjubel masuk ke dalam lift setelah memberi salam pada Donghae.
Sekarang lift itu bahkan sudah penuh, bahkan untuk bergerak saja sulit. Donghae dan Na Young yang berdiri di belakang terdesak terus hingga Donghae tersenggol dan menubruk Na Young yang berada disamping dinding lift.
              Posisinya sangat tidak menguntungkan, Donghae harus manahan tangannya disamping kanan dan kiri Na Young agar tidak mendesak badan Na Young, sedangkan Na Young yang menghadap langsung kearah Donghae. “Mian” Ucap Donghae singkat.
              Keduanya berada dalam posisi penuh kecanggungan. ‘Sudah lama sekali tidak berhadapan seperti ini’ ujar Donghae dalam hati. ‘Dia tidak banyak berubah kecuali sifatnya’ batin Na Young.
              Sedikit rasa rindu bergelayut dihati keduanya. Bagaimanapun mereka pernah menjalin hubungan yang serius dan lama dimasa lalu. Walaupun berbuah penghianatan untuk Donghae, tapi tetap saja selama ini tidak sedikitpun ia bisa melupakan Na Young.
              Yang ada adalah teralihkan, ia mengalihkan hatinya pada kesibukannya dikantor agar tidak mengingat sakit hatinya pada Na Young. Dan sekarang, setelah ia berusaha keras mengalihkan hatinya, gadis itu berdiri lagi dihadapannya.
              Tanpa menolerir apapun, kini ia terpaksa harus menerima lagi Na Young dalam hidupnya walau hanya sebagai bawahan. Atau mungkin lebih….
              Kesesakkan didalam lift itu sedikit berkurang saat 3 orang turun dilantai 5. Namun itu tidak mengubah posisi Donghae dan Na Young, hanya saja Donghae bisa menjauhkan sedikit badannya yang tadi menempel pada Na Young menjadi sedikit merenggang.
Hhhh…hhhh…
              Donghae merasa ada yang aneh dari Na Young yang dari tadi menundukkan wajahnya. Napas gadis itu tidak teratur dan berat. Dan Donghae juga melihat setitik keringat yang jatuh dari dagu gadis cantik itu.
              ‘Ada apa dengannya’ Donghae dibuat penasaran. “Neo… neo… gwenchana?” tanya Donghae pelan. Tidak ada respon meyakinkan dari Na Young selain mengangguk pelan.
              Awalnya Donghae ragu, tapi melihat napas Na Young yang kian berat, Donghae memberanikan diri menyentuh pipi Na Young dan mendongakkan sedikit kepalanya.
              Ia sangat terkejut melihat wajah Na Young yang pucat. Astaga…. Ia baru ingat, Na Young memiliki penyakit asma. Apakah asmanya kambuh karena lift yang sesak dan tipis oksigen?
              “Na Young-ssi, asmamu kumat?” tanya Donghae panik dan mengundang perhatian orang-orang didalam lift yang tadinya tidak melihat kearah mereka menjadi melihat kearah mereka setelah mendengar suara panik Donghae.
              “Hhhh… Hhhhh…. Ses…. Ssesak… tolong…” Na Young tidak dapat menjawab dengan benar karena asmanya yang kumat tiba-tiba, ia segera memegang bahu Donghae kuat-kuat saat merasakan tenaganya yang menurun drastis. Sekuat apapun ia menarik napas, tidak banyak udara yang ia dapat. Dadanya terasa sesak dan panas.
              Donghae makin dibuat panik, ia langsung menahan pinggang Na Young agar tidak jatuh. Orang-orang didalam lift itu langsung ribut, dan sedikit menyingkir dari Na Young walau hanya sedikit. Sedangkan 2 orang wanita membantu Na Young untuk berdiri.
              “Segera hentikan liftnya di lantai selanjutnya!” ujar Donghae keras. “Ye, sajangnim” jawab seorang pegawai muda. “Aish…. Bagaimana ini….” Ujarnya panik.
              “Kau tidak membawa inhalermu Na Young-ssi?” Na Young menggeleng lemas, ia tidak menyangka asmanya akan kambuh. Apalagi setelah ia meminum obat rutinnya untuk mencegah penyakitnya itu sering kambuh, tapi pada kenyataannya ‘ia’ kambuh hari ini.
              “Astaga….” Donghae makin panik. Ia dibantu kedua pegawai wanita itu mendudukkan Na Young di lantai, dulu saat masih berpacaran hal ini pernah terjadi. Donghae juga membuka dua kancing kemeja Na Young agar gadis itu bisa sedikit bernapas.
                “Berikan aku tasmu, untuk membuat kepalanya nyaman” sahut Donghae pada pegawai wanita berbaju hijau yang langsung saja memberikan apa yang Donghae minta.
                “Sajangnim, bagaimana dengan napas buatan? Itu mungkin akan sedikit membantunya.” Sahut seorang pegawai lelaki dengan wajah panik.
              “Benar sajangnim. Lakukan saja, beri napas buatan” sahut yang lain. “Baiklah, kau lakukan napas buatan cepat!?” tunjuk Donghae pada seorang wanita.
              “Tapi sajangnim, aku tidak tahu caranya memberi napas buatan” jawabnya. “Biar aku saja sajangnim, aku bisa memberi napas buatan” sahut seorang pegawai lelaki. ‘Mwo! Lalu aku harus membiarkan seorang lelaki mencium Na Young?’ batin Donghae lagi.
              Pegawai lelaki itu sedikit maju. Napas gadis itu kian berat dan keringat sudah membasahi dahinya. Tapi Donghae tidak bisa membiarkan seorang lelaki asing memberikan napas buatan pada gadis itu, entah kenapa tapi ia tidak rela Na Young disentuh lelaki lain.
              “A…aniya, aku yang akan memberikannya napas buatan” ucap Donghae lugas. “baiklah sajangnim” jawab pegawai itu. “Tidak ada banyak waktu” gumam Donghae melihat Na Young yang makin terlihat tersiksa saat menarik napas.
              Ia langsung menundukkan kepalanya dan membuka mulut Na Young. Donghae menarik napas dalam dan menempelkan bibirnya pada bibir Na Young, menyalurkan udara ke dalam mulut Na Young.
              Beberapa kali ia melakukan itu, napas Na Young tidak seberat sebelumnya. Ia terus melakukannya seraya menunggu pintu lift yang belum juga terbuka. Dan saat itulah Donghae merasakan sensasi aneh.
Bibirnya secara tidak langsung telah mencium bibir Na Young setelah sekian lama. sekeras apapun ia berusaha membenci gadis itu, tetap saja ia masih menyediakan ruang kecil untuk Na Young didalam hatinya.
Ting…
              Donghae segera menggendong Na Young keluar setelah lift berhenti di lantai 7. Dibelakangnya mengikuti 2 orang pegawai wanita yang menolong Na Young tadi.
              Ruang kesehatan itu langsung terbuka lebar setelah Donghae menendangnya. Dokter ruangan itu terkejut melihat Donghae yang membawa Na Young dalam keadaan setengah sadar dengan napas tercekat.
              “Tolong dia cepat! Asmanya kambuh!!” teriak Donghae kalap. Ia meletakkan Na Young hati-hati diatas tempat tidur. Dr. Jang langsung menghampirinya. “Tenanglah sajangnim, biar kulihat dulu kondisinya” ujar Dr. Jang yang untungnya sedang ada dilantai itu.
25 menit kemudian….
              Donghae bernapas lega melihat kondisi Na Young yang berangsur membaik bahkan sekarang gadis itu tengah tertidur. “Bagaimana asmanya bisa kambuh, dia yang kutahu sangat rajin mengecek kondisinya?” tanya Donghae pada Dr. Jang.
              “Walaupun ia rajin mengecek kondisi kesehatannya, secara mendadak asmanya masih bisa kambuh sajangnim. Apalagi kalau ia tiba-tiba menghadapi situasi atau berada di ruangan dimana asmanya bisa kambuh, seperti ruang sempit, ruang berdebu, ruang terlalu panas dan sebagainya, dan kasus nona Im ia ada di ruangan sempit hingga ia mengalami kekurangan pasokan oksigen. Itu yang membuat asmanya tiba-tiba kambuh” jelas Dr. Jang sambil memandang Donghae serius.
             Sedangkan Donghae sendiri menatap Na Young lekat. ‘Kenapa aku harus bereaksi seperti ini? Seharusnya aku tidak usah terlalu panik begini?!’ rutuk Donghae. Tapi tetap saja lelaki kelahiran Mokpo itu tidak bisa mengelak kalau ia memang sangat khawatir melihat mantan kekasihnya itu tiba-tiba kesulitan bernapas dihadapannya.
Im Na Young’s POV
               Samar-samar aku bisa mendengar suara orang berbicara. Tapi mataku berat sekali untuk terbuka, dan bisa kurasakan ada alat bantu pernapasan di mulut dan hidungku. Dimana ini? Dan apa yang terjadi?
Kudengar banyak orang berbicara didekatku. Siapa mereka? Kenapa mereka ada didekatku?
Sedikit kupaksakan mataku untuk terbuka saat kudengar sebuah suara bertanya padaku, “Nuna, kau sudah sadar?” tanyanya. Samar-samar aku bisa melihatnya, dia bukankah Kim Ryeowook?
              “Kau mau minum?” tanyanya lagi sambil mengambilkanku minum. Tidak hanya ada Ryeowook, ada beberapa orang lagi. Kyuhyun, Eunhyuk, Kim Bum, Siwon, dan Donghae…. Tentu saja.
              “Sudah baikan nuna?” kali ini Kyuhyun yang bertanya sambil berdiri disampingku. Aku melepas alat bantu pernapasan dibantu Kim Bum yang berdiri di sisi lain. Aku tersenyum kecil sambil mengangguk.
              “Kenapa kalian disini?” tanyaku pelan sambil bersandar di dashboard ranjang. Ini ruang kesehatan bukan?
“Kami kemari setelah mendengar kabar kalau asmamu tiba-tiba kambuh saat kau didalam lift Youngie” jawab Eunhyuk yang duduk di sofa. Ryeowook mengoper gelas berisi air putih ditangannya pada Kim Bum untuk diberikan padaku.
              Aku menerimanya dengan senang hati. “Gomawo Bummie” ujarku yang dijawab senyuman manis oleh sekretaris Siwon itu. Sudah berubah semuanya. Dulu aku berada diantara mereka saat masih kuliah.
              Saat itu aku adalah kekasih Donghae. Kim Bum juniorku 3 tahun, Kyuhyun juniorku 2 tahun, Ryeowook juniorku 1 tahun. Siwon, Eunhyuk dan tentu saja Donghae seangkatan denganku. Walaupun Kyuhyun dan Kim Bum berbeda kampus, tapi dulu kami sangat sering menghabisakan waktu bersama dengan yang lainnya juga.
Waktu sangat cepat berlalu dan sekarang sudah tidak sama lagi dengan dulu….
              “Yang lain sedang ada kegiatan, dan hanya bisa menitipkan salamnya untukmu Youngie” ujar Siwon tiba-tiba, lelaki ini makin tampan saja….
              “Gwenchana, aku tidak menyangka kalian masih mengingatku?!” ujarku sambil mengingat masa lalu. Mereka tertawa pelan, kecuali Donghae tentu saja yang dari tadi sibuk dengan ponselnya, atau mungkin lebih tepatnya menghindariku….
              “Mana mungkin kami melupakanmu Youngie, begitu mendengar kau bekerja di sini, aku senang sekali kau tahu?!” jawab Siwon.
              Mereka mungkin senang dengan keberadaanku, tapi berbeda dengannya, Lee Donghae. Aku mungkin adalah salah satu dari yang paling tidak ingin dilihatnya….

TO BE CONTINUE…..

INTRO

Anyeonghaseyo…..!!!

Anyeong Yeorobun!!!

Naneun author baru, Kasih-imnida. Bukan nama asli author sih cuma panggil aja gitu. Blog ini resmi dibuka tanggal 2 Maret 2014 soalnya author punya minat buat bikin fanfiction dengan cast yang author mau. Author Bummies dan ELF pastinya. Author fansnya aktor Kim Bum dan juga Super Junior. Aku SparKyu khususnya plus Siwonest, jadi fanfic di blog ini gak akan jauh-jauh dari Super Junior dan Kim Bum. Memang gak semua member SuJu dibikinin fanfic paling Cuma Kyuhyun, Siwon sama Donghae aja, karena author juga suka Donghae. Tapi kita lihat nanti.

            Untuk genre sendiri, author lebih suka genre romantic atau comedy dengan happy ending pastinya. Jadi buat yang gak suka dengan cast atau genre kesukaanku lebih baik jangan baca ok?! Sekian perkenalan dariku, selamat menikmati blogku, dan ada baiknya buat ninggalin comment buat menghargai kerja kerasku. Gamshamida!!

 

A LOVE part 2 END

Tags

, , , ,

” src=”\TEMP\msohtmlclip11\clip_image001.png” width=”232″ height=”118″ align=”left” hspace=”12″ />Cast     : Cho Kyuhyun

             Kim Hyun Mi

             Super Junior’s member

Genre  : Romance, Sad

Rating: 17

 Lenght: Twoshoot

Author: Kasih

Anyeonghaseyo, balik lagi dengan lanjutan ceritanya Kyuppa nih, langsung aja deh….!? klik…

Kim Hyun Mi POV

            Dia baru saja mengungkapkan perasaannya padaku, benarkah? Aku tidak mimpi kan? Sungguh dia suka padaku? Sulit dipercaya. Tapi rona wajahnya yang memerah membuatku mengerti sepertinya dia sungguh-sungguh. Rona wajahnya makin kentara… sangat tampan….

“Kenapa kau tersenyum begitu… apa ini terdengar konyol di telingamu?” katanya pelan. “Aniya, itu tidak konyol sama sekali Kyuhyun-ssi, tapi…. Kau tahu sendiri keadaanku. Aku punya kekasih, walaupun hubungan ini kacau balau tapi tetap saja dia masih kekasihku….” Jawabku. “Emh… arasseo…. Aku tidak akan memaksamu….?!” Ungkapnya pelan. Maafkan aku Kyuhyun-ssi…

Author POV Seminggu kemudian…..

            Sudah seminggu sejak kejadian tidak menyenangkan hari itu, saat ini Hyun Mi dan member Super Junior sedang menikmati makan siang di restoran tak jauh dari gedung SM. Hyun Mi duduk bersebelahan dengan Siwon sedangkan Kyuhyun duduk di seberang Hyun Mi. suasana riuh karena Eunhyuk dan Donghae yang berebutan makanan. “Ck, kalian ini jangan berebut makanan, kekanakan sekali.” Ucap Kyuhyun kesal melihat kedua orang disampingnya ribut. Eunhyuk dan Donghae hanya sekilas menoleh lalu kembali berebut makanan kesukaan mereka. Berbeda dengan Ryeowook yang sedikit heran dengan raut wajah Hyun Mi yang lesu. “Kau sakit Hyun Mi-ssi?” tanya Ryeowook membuat perhatian semua member beralih ke Hyun Mi. “Eh iya… kau agak pucat, kau sakit?” sahut Kang In. Hyun Mi menggeleng pelan, Kyuhyun yang duduk tepat di depannya menatap wajahnya dengan teliti, gadis yang seminggu ini mengacaukan hati dan pikirannya ini memang terlihat tidak sehat. “Aku senang mendapat kesempatan menjadi fotografer untuk kalian” sahutnya. “Kami juga senang mendapat seorang fotografer menyenangkan sepertimu….” Jawab Shindong. “Ditambah kau sering menemaniku ke salon akhir-akhir ini hahahaha….” Kali ini Heechul yang menyahut disambut tawa beberapa member.

            Hyun Mi menarik napas pelan, “A…. Aku…. akan segera…. Menikah….?!” Ucapnya pelan namun mampu membuat semua member disana terkejut setengah mati, bahkan Kyuhyun langsung memucat seketika. “Kau… akan apa?” Siwon yang tadinya asyik bermain dengan ponselnya langsung menoleh kaget. “Aku akan menikah lima hari lagi, aku tahu kalian sangat sibuk untuk datang ke pernikahanku, tapi aku ingin kalian yang pertama aku beri tahu”, “Kau pasti bercanda…. Iya kan Hyun Mi-ssi? Kau sungguh lucu hahahah…..” Sungmin tertawa pelan. “Aniya…. Aku sungguh-sungguh, aku akan menikah…. Kalian teman pertamaku dalam 10 tahun terakhir, jadi aku ingin memberi tahu temanku kalau aku akan menikah….” Suasana hening seketika mendengar penuturan gadis kelahiran bulan Desember itu.

            Beberapa menit mereka lalui dengan diam, walaupun baru mengenal Hyun Mi seminggu terakhir, namun mereka mulai menyayangi Hyun Mi sebagai bagian dari mereka. Mereka tahu betul bahwa maknae mereka bahkan menaruh hati pada gadis itu. Mereka juga mulai mengenal pribadi Hyun Mi seminggu terakhir, tidak sulit untuk menyayanginya mengingat kepribadiannya yang ramah. Mereka makin khawatir melihat kondisi maknae mereka yang memucat seketika mendengar kabar pernikahan Hyun Mi. “Kau…. Mencintainya?” suasana hening itu terpecah karena pertanyaan Kyuhyun yang seakan memukul telak Hyun Mi.

            Hyun Mi menunduk dalam, tahu bahwa Kyuhyun sedang menatapnya intens. “Ayo jawab aku fotografer Kim, kau mencintainya atau tidak?” ulang Kyuhyun dengan nada mengintimidasi. “Kyu… “ Sungmin yang notabene hyung terdekat Kyuhyun mencoba menahan emosinya. “Kenapa tidak menjawab? Jadi kau mencintainya atau tidak?” ulang Kyuhyun untuk yang ketiga kalinya, membuat suasana semakin tidak nyaman. “Aku…. berhutang budi pada keluarganya Kyuhyun-ssi, hutang tetap harus dibayar walaupun….harus mengorbankan diriku sendiri….” Jawab Hyun Mi. “Lalu kau berharap bahagia dengan pernikahan seperti itu? Konyol sekali….” Ucap Kyuhyun dengan nada mengejek. “Kau akan tahu rasanya bila berada di posisiku Kyuhyun-ssi, tapi sayangnya hidupmu terlalu nyaman bahkan hanya untuk membayangkan berada di posisiku. Kebahagiaanku tidak lagi penting, bahkan tidak akan ada yang peduli lagi. Hidup diliputi hutang yang bahkan bukan kau yang berhutang, tapi aku yang harus membayarnya…. Aku yang menanggungnya seumur hidupku….” Jawab Hyun  Mi dengan nada kecewa. Kyuhyun dan member Super Junior yang lain seolah kehabisan kata-kata mendengarnya. “Aku harus pergi sekarang, semoga hari kalian menyenangkan, sampai bertemu besok lusa….” Hyun Mi bangkit dan memberi salam lalu berjalan pergi.

            Semua memandang Kyuhyun dan Hyun Mi bergantian. Kisah cinta yang rumit, tidak ada yang bisa disalahkan disini. Mereka memandang maknae mereka dengan wajah khawatir. “Kyu, gwenchana?” Tanya Donghae, Kyuhyun tertawa pelan, “Kurasa aku akan gila….” Sahutnya putus asa.

Kim Hyun Mi POV Tiga hari kemudian….

            “Bagaimana kalau gaun ini?” ini gaun keempat yang kucoba, aku sedang fitting baju pengantin sekarang dengan nyonya Yoon, ibu Tae Joon. Aku benar-benar boneka…. Tae Joon benar, aku memang menyedihkan. “Hyun Mi? kenapa melamun?”, “Aniya… aku tidak apa-apa, akan kucoba….”. Sore nanti aku akan menyelesaikan tugasku sebagai fotografer Super Junior untuk album baru mereka. Semua akan berakhir setelah ini, kebahagiaan singkat tapi aku sangat bahagia…. Mereka sangat berarti untukku. Mereka sangat baik padaku, menganggapku bagian dari mereka. Mereka melindungiku, menjadi temanku, saudaraku. Mengisi ruang hampa di hatiku selama ini. Dan seorang dari mereka membuatku merasakan yang namanya jatuh cinta kurasa, perasaan yang indah yang dibuat oleh Cho Kyuhyun…. Setidaknya aku boleh jatuh cinta walaupun hanya sekali seumur hidupku….

Cho Kyuhyun POV

            “Kau tidak makan?” tanya Ryeowook hyung yang kalau tidak salah sudah yang keempat kalinya dalam 1 jam ini. Bagaimana aku bisa makan, hatiku bahkan tidak tenang. “Kyu, ayo makan, kau belum makan sejak tadi pagi….” Sungmin hyung memandangku iba, sepertinya dia tahu aku bahkan tidak menyentuh PSPku sejak kemarin, sungguh buruk. Aku tidak ingin menanggapi siapapun sekarang. “Aku tahu apa yang kau rasakan Kyu, aku paham ini pasti membuat hatiku kacau. Tapi ini adalah keputusan yang telah diambilnya. Kau harus bisa menerima keputusannya.” Bahkan kata-kata Sungmin Hyung tidak bisa menenangkanku…. Aku harus bagaimana…. Benarkah hanya akan berakhir seperti ini?

06.00 Malam KST

            Saat ini aku dan seluruh member sedang melakukan meeting untuk cover album baru kami, aku sungguh tidak bisa konsentrasi, melihat Hyun Mi yang memperlihatkan hasil dari pengambilan gambar seminggu terakhir, haruskah aku menyerah sebelum bertanding? Itu sama sekali bukan gayaku, Cho Kyuhyun kalah sebelum bertanding, itu sama sekali bukan gayaku…

Kim Hyun Mi POV

            “Terima kasih atas kerjasama kita yang sangat baik selama ini, kalian bekerja sangat keras, semoga album baru kalian bisa sukses nanti” ucapku sambil memberi hormat pada mereka. Kurasa ini adalah akhirnya, hubungan indah ini harus berakhir sekarang…. “Kami juga berterima kasih, kami seperti menemukan seorang adik wanita diantara kami” sahut Ryeowook oppa. “Semoga kau bahagia dengan pernikahanmu…..” aku menatap sendu Donghae oppa, “Gamshamida, kuharap kalian segera menemukan kekasih hati….” Mereka tersenyum menanggapi perkataanku, kecuali dia, Cho Kyuhyun yang dari tadi hanya menatapku tajam. “Aku pergi sekarang oppa-deul”, “Hati-hati dijalan Hyun Mi-ya, sering-seringlah menghubungiku ne?” Sungmin oppa memelukku sejenak, aku mengangguk pelan. “Kami akan usahakan datang ke pernikahanmu.”Kuberanikan diriku mendekati Kyuhyun, kurasa aku tetap harus berpamitan secara pribadi padanya.

Author POV

            Semua member Super Junior terlihat kaget karena Hyun Mi yang saat ini telah berdiri di hadapan Kyuhyun, bahkan lelaki jangkung itu terlihat terkejut juga. “Em…. Kyuhyun-ssi, maafkan aku, aku telah menyakiti hatimu kemarin, aku tidak bermaksud berkata seperti itu…” Kyuhyun mengangguk pelan, “Gwenchana, aku mengerti, aku juga bersalah mengatakan hal seperti itu padamu, kurasa aku juga lancang”. Suasana hening sejenak, “Aku harap kau sehat selalu, dan segera menemukan…. kekasih yang baik” mata gadis cantik itu berkaca-kaca saat menatap mata tajam Kyuhyun. Member yang lain memutuskan untuk menunggu di luar memberikan privasi pada pasangan yang memiliki kisah cinta menyedihkan itu. “Kuharap mereka bisa bersatu, tapi ini sangat menyedihkan” Donghae menatap Kyuhyun dan Hyun Mi dari kaca di pintu masuk ruang meeting itu, pernyataan Donghae itu mendapat anggukan dari semua member.

            “Bolehkah… aku memelukmu sebentar saja Kyuhyun-ssi?” Hyun Mi memberanikan diri berkata hal itu pada Kyuhyun. “kalau tidak boleh juga tidak papa, aku tahu ini agak….” Kyuhyun segera memeluk Hyun Mi, mencari tahu apa yang bisa dilakukannya selanjutnya. Hyun Mi tersenyum kecil di pundak Kyuhyun, balas memeluk lelaki itu. “Aku janji, kau pasti akan bahagia….Hyun Mi-ya aku janji…” Kyuhyun mengeratkan pelukannya saat mendengar isakan kecil dari mulut Hyun Mi yang sedikit teredam di pundaknya.

Cho Kyuhyun POV     Dorm Super Junior Star City Gwangjin 7.00 malam KST

            Aku sedang sibuk dengan PSPku saat Siwon dan Sungmin Hyung masuk ke dalam kamarku. “Kenapa wajah kalian begitu?” mereka memandangku aneh sekali, “Ada apa kalian ini?” tanyaku lagi. “Kyu, kau baik-baik saja? Pernikahan Hyun Mi akan diadakan besok pagi”Sungmin hyung duduk di tepi kasur, “Tentu saja aku tahu, lalu?”, “Lalu kau tidak akan berbuat apa-apa?” aku menolehkan kepalaku kali ini ke Siwon hyung sambil tersenyum, “Lalu aku harus berbuat apa?”, “Bukankah kau mencintainya Cho Kyuhyun?”. “Tentu saja, dia gadis yang membuatku jatuh cinta sedalam ini”, “Maka dari itu, bukankah seharusnya kau membujuknya untuk membatalkan pernikahan mereka? Kulihat kalian berpelukan beberapa hari yang lalu, kupikir kau harus berusaha sampai akhir Kyu?!” aku mengiyakan perkataan Sungmin hyung. “Kalian berdua keluarlah dulu”, mereka terlihat bingung. Segera kutarik kedua orang ini keluar dari kamarku.

Author POV

            10 menit berlalu akhirnya Kyuhyun keluar dari kamar menggunakan pakaian yang jauh lebih rapi dari sebelumnya, kemeja santai coklat dipadukan dengan celana jeans hitam. Semua member sudah menunggunya di luar minus Donghae dan Eunhyuk yang sedang ada di Jepang. “Kau akan menemui Hyun Mi?” tanya Kang In, namun dibalas gelengan oleh Kyuhyun. “MWOO lalu kenapa tadi kau menyuruh kami keluar” dasar Siwon hyung, kalau sudah seperti ini heboh sekali. “Kalian jangan berisik, sebentar lagi akan ada tamu. Makanya aku ganti baju” jawabnya santai yang makin membuat semua orang keheranan. “Aku sungguh bingung Kyu, apa maksudmu, kau tidak akan menemui Hyun Mi? kau tidak akan menyesal membiarkan dia menikah?” Kyuhyun menatap satu per satu hyungnya, “Kalian akan tahu sisi lain dariku setelah ini.” Kyuhyun seolah tidak memperdulikan tatapan heran dari hyungnya.

TING TONG TING TONG

            Bel dorm yang berbunyi berkali-kali menginterupsi pembicaraan mereka, “Aku yang akan membukanya hyung” cegah Kyuhyun saat melihat Ryeowook bersiap membuka pintu. “Ada apa dengannya? Maknae kita masih sehat kan?” Shindong langsung melempar bantal di tangannya pada  Heechul, “Kau mau dia mengamuk hyung?” sahut Shindong. Mereka memperhatikan Kyuhyun yang membenahi rambutnya singkat lalu membuka pintu            Kyuhyun membuka pintu dorm dan menemukan Hyun Mi sudah berdiri di hadapannya dengan wajah penuh keringat. Para member melongokkan kepalanya melihat siapa tamu mereka, Hyun Mi langsung memeluk Kyuhyun begitu ia masuk, “Kau…. Kenapa… kau melakukan semua ini….?” Tanya gadis itu lirih, bukannya langsung menjawab Kyuhyun malah tersenyum dan memeluk Hyun Mi. Hyun Mi melepas pelukan paksa Kyuhyun, “Jawab aku Cho Kyuhyun….!” “Sebenarnya ada apa ini? Kenapa kau tiba-tiba datang dan memeluk Kyuhyun, Hyun Mi-ya?” Sungmin mewakili para member bertanya hal ini.

            “Mereka membatalkan pernikahanmu kan?” Kyuhyun tersenyum puas, “Mwo!!! Pernikahan Hyun Mi batal? Bagaimana bisa Kyu? Apa yang terjadi” Heechul terlihat heboh.

Flashback…. Cho Kyuhyun 1 hari sebelumnya

            Aku berada di kediaman Keluarga Yoon Tae Joon, kekasih Hyun Mi. Aku baru menyelesaikan syuting untuk sebuah acara dan segera menuju kemari. Ini sangat nekat, tapi sebagai lelaki sejati yang mencintai Hyun Mi, aku akan berusaha untuk memperjuangkan kebahagiaannya juga.

            Setelah kubunyikan bel beberapa kali, akhirnya seorang pelayan membukakan pintu untukku, kurasa dia curiga padaku mengingat aku memakai masker hitam begini. “Ada yang bisa kubantu Tuan?” tanyanya ragu. “Aku ingin bertemu dengan dengan Tuan dan Nyonya Yoon, apa mereka ada?”, Ia mengangguk. “Ne, silakan masuk Tuan.” Aku mengikutinya masuk ke rumah yang cukup mewah, “Saya akan memanggilkan Tuan dan Nyonya Yoon”, aku mengangguk singkat.

            Tidak lama sepasang suami istri keluar untuk menemuiku. Aku segera bangkit dan memberi hormat pada mereka, segera kulepas masker yang kukenakan dari tadi. Mereka terlihat terkejut melihat siapa aku, “Anyeonghaseyo, Cho Kyuhyun-imnida. Bangapseumnida”. “Ne, anyeonghaseyo Kyuhyun-ssi, bukankah kau adalah seorang artis?”, aku mengangguk pelan “Ada apa kau kemari nak?” tanya Nyonya Yoon. Huft… kau pasti bisa Cho Kyuhyun! “Sebelumnya aku minta maaf atas kelancanganku datang kemari Tuan dan Nyonya Yoon, aku kemari untuk membicarakan tentang calon…. Menantu kalian, Kim Hyun Mi?!” mereka sedikit terkejut dengan ucapanku. “Aku sungguh minta maaf… tapi, aku… aku mencintai Kim Hyun Mi, calon menantu kalian….?! Ucapku pelan, “Apa kau bilang!!” Tuan Yoon terlihat shock dengan ucapanku.

            “Aku baru mengenalnya seminggu belakangan Tuan Yoon, walaupun begitu aku ingin membahagiakannya, aku mencintainya. Aku tahu aku lancang….. aku juga tahu lusa dia akan…. Segera menikah dengan putramu….”, “Kalau kau sudah tahu, kenapa kau masih lancang datang kemari huh? Apa maksudmu sebenarnya!”,  “Aku tahu Hyun Mi dan putramu tidak saling mencintai, kumohon batalkan pernikahan mereka…” Tuan Yoon bangkit dan mencengkeram krah kemeja yang kukenakan. Dia menatapku nyalang, istrinya berusaha menahan cengkeraman suaminya padaku. “Kau benar-benar lancang! Beraninya kau menyuruhku membatalkan pernikahan putraku dengan Hyun Mi!”, “Kumohon Tuan Yoon, mereka tidak akan bahagia karena pernikahan yang tidak dilandasi cinta, Hyun Mi mencintaiku, kuberanikan diri untuk datang kepadamu hari ini karena aku tahu Hyun Mi sangat menghormatimu dan istrimu, lagipula putramu sudah memiliki kekasih. Mereka tidak akan bisa berumah tangga dengan tenang”. “Atas dasar apa kau bisa bicara begini Kyuhyun-ssi” Nyonya Yoon yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara. “Dia memutuskan menikah dengan putramu karena itu adalah permintaan kalian, karena kalian yang telah menyelamatkan hidup keluarganya. Dan kalian yang menginginkan adanya pernikahan itu.”

            Tuan Yoon masih terlihat berang menatapku, namun ia perlahan melepas cengkramannya dan kembali duduk di depanku. “Itu karena kami menyayangi Hyun Mi, setelah kami menyelamatkan orang tua Hyun Mi dari kecelakaan 8 tahun yang lalu, kami sepakat menikahkan anak kami, mereka ingin membalas budi pada kami.” Sambung Nyonya Yoon, “Arasseo, tapi tidakkah kalian pikir ini tidak adil untuk Hyun Mi? Kalian menyelamatkan nyawa orang tuanya namun ia yang harus menanggung beban balas budi untuk kedua orang tuanya yang sudah kalian selamatkan, bukankah Hyun Mi tidak ada hubunganya dengan semua ini?”.

            “Dia benar appa.” Yoon Tae Joon? “Apa yang dikatakan lelaki ini benar. Aku dan Hyun Mi menjalani hubungan yang kalian inginkan tapi sesungguhnya kami tidak saling mencintai.” Tae Joon duduk di dekat ommanya. Kenapa lelaki ini berkata demikian? “Apa yang kau katakan Tae Joon, kami kira kau memang menyukai Hyun Mi, maka dari itu kau bersedia menikahi Hyun Mi?” sahut Nyonya Yoon, “Memangnya kalian pernah bertanya soal itu? Omma, aku sudah memiliki kekasih. Aku dan Hyun Mi menjalin hubungan untuk menghormati kalian, dan bodohnya aku malah menindasnya dengan memanfaatkan hubungan balas budi ini.” Suasana mendadak hening.

            “Lalu kami harus bagaimana?” Tuan Yoon terlihat frustasi, “Biarkan Hyun Mi memilih jalan hidup dan jalan cintanya sendiri Tuan dan Nyonya Yoon, dia pantas mendapatkan hal itu bukan? Dia sangat menghormati kalian, maka dari itu dia tidak pernah membangkang permintaan kalian, tapi aku…. aku tidak bisa membiarkan itu…. Aku ingin dia bahagia dengan jalan pilihannya” mohonku, “Sudah saatnya kita melepas Hyun Mi untuk kebahagiaanya appa, dan gadis itu menyukai pria di depan kita ini, tidak terasa kita sudah mengungkungnya selama ini, merasa berhak mengaturnya. Dia berkata seperti itu padaku kemarin dan kurasa itu benar”

            Lewat beberapa menit, Tuan Yoon masih saja diam hingga akhirnya dia angkat suara. “Kau berjanji akan membahagiakannya Cho Kyuhyun-ssi?” aku mengangguk pasti pada Tuan Yoon, “Aku berjanji untuk selalu membahagiakannya semampuku Tuan?!” dia menghela napas berat. “Baiklah…. Kami akan membatalkan pernikahan Hyun Mi dan Tae Joon, tapi kau harus menepati janjimu, kau paham?” aku tersenyum lega sungguh sangat melegakan…. “Aku berjanji padamu Tuan Yoon”. “Aku kehilangan calon menantuku karenamu Kyuhyun-ssi, maka jaga dia baik-baik. Kami pikir kami sudah membahagiakannya selama ini?!” aku mengangguk pasti,

            Aku keluar dari rumah keluarga Yoon dengan diikuti Tae Joon, “Aku tidak menyangka kau akan membantuku hari ini, gomawo Tae Joon-ssi untuk melepaskan Hyun Mi”, dia tersenyum singkat. “Aku seringkali menindasnya dengan alasan keluargaku telah menyelamatkan keluarganya, aku sadar itu tidak membahagiakan siapapun, setelah ini jaga Hyun Mi untuk kami Kyuhyun-ssi, dengan statusmu sebagai artis, walaupun sulit kau pasti bisa menjaganya, dia terlihat sangat bahagia saat dekat denganmu”. Aku mengangguk singkat “Gomawo atas bantuanmu, aku pasti akan membahagiakannya”

Flashback End Author POV

            “Astaga Cho Kyuhyun, kami bahkan tidak bisa menebak apa yang akan ka lakukan…. Benar-benar mengejutkan” Kyuhyun tertawa kecil mendengar ucapan Shindong, “Selama ini kita memang selalu bersama hyung, tapi urusan wanita kalian tidak akan bisa menebak pikiranku” bangga Kyuhyun. “Pantas kau terlihat santai meskipun Hyun Mi akan menikah besok, dan kau tidak memberitahuku sama sekali Kyu, astaga kau tidak menganggapku!” Sungmin heran pada dongsaeng terdekatnya itu bisa-bisanya tidak memberitahunya sama sekali.

            “Ck, kalau kuberitahu tidak akan seru lagi hyung” jawabnya asal. “Hyun Mi-ya ayo kekamarku” Kyuhyun menarik Hyun Mi berdiri dan masuk ke kamarnya. “Ya! Maknae jangan macam-macam didalam!” teriak Siwon yang hanya dibalas lambaian tangan oleh Kyuhyun.

Kim Hyun Mi POV

            Aku dan Kyuhyun duduk di tepi kasur kamar lelaki itu, sambil sesekali mengamati apa yang ada didalam kamar ini. Cukup rapi untukku. “Tidak ada yang ingin kau sampaikan?” tanyanya sambil memandangku dalam. Aku jadi berdebar menatap matanya, matanya indah. Ditambah wajahnya yang sangat tampan, hanya berdua dengannya di kamar ini. Astaga apa yang kupikirkan? “Aku… aku….”

Chu…

            Reflek kututup mulutku setelah dia…. Dia menciumku? Astaga….. ciuman pertamaku!!! “Cho Kyuhyun! Kenapa kau menciumku!” dia tertawa pelan. “Itu pasti ciuman pertamamu….” Jawabnya dengan wajah usil, aigooo…. “Huft… kau benar-benar calon menantu yang sangat mereka sayangi, hampir saja calon mertuamu itu memukulku saat kubilang aku mencintaimu… dia menyeramkan” ucapnya, “Dia hampir memukulmu?” Kyuhyun mengangguk sambil menarik kedua tanganku pada genggamannya. “Jadilah kekasihku Kim Hyun Mi, saranghae…. Mungkin kita baru mengenal seminggu terakhir, tapi aku yakin kau wanita yang tepat untukku, aku tidak bisa berjanji untuk selalu membahagiakanmu, tapi aku akan berusaha melakukannya untukmu…. Jadilah kekasihku….” Lelaki ini…. Aku sangat beruntung bertemu dengannya, kuanggukan kepalaku pelan lalu memeluknya.

            “Aku juga akan menjagamu Cho Kyuhyun…. Aku juga akan berusaha membahagiakanmu….” Kyuhyun membalas pelukanku pelan. “Saranghae….” Ucapnya. “Nado…. Nado Saranghae…. Cho Kyuhyun, gomawo untuk apa yang telah kau lakukan untukku…..” dia mengangguk, “Aku tidak akan mengecewakan mantan calon mertuamu juga aku sudah berjanji pada mereka untuk melindungimu…. Aku titipkan kebahagianku ditanganmu….”

END

 

Continue reading

MY LOVE

 

Cast     : Choi Siwon

             Choi Yoon Hee

            Super Junior’s member

             Kim Bum

Genre   : Romance, Friendship

Author : Kasih
Leght : Oneshoot

Balik dengan ff oneshootnya Wonppa nih…?! kajja!!

Choi Siwon POV

            Dia terlihat sangat lelah. Pasti dia belum berhenti bekerja dari tadi. Asisten desainer Super Junior maksudku. Namanya Choi Yoon Hee, dan aku menyukainya sejak kedatangannya pertama kali ke SM Entertaiment 2 tahun silam. Beruntungnya dia adalah asisten desainer untuk Super Junior. Aku selalu memperhatikannya, entah dia menyadari atau tidak. “Siwon-ah bisakah kau berdiri sebentar? Biar aku pasang pernak-pernik ini dipinggangmu.” Ucapnya entah sejak kapan dia berdiri dihadapanku, aku tidak menyadarinya. “tentu saja” sahutku. Dia mulai memasang pernak-pernik dipinggangku, ikat pinggang dan entah apa lagi. Bisakah dia tidak membuatku meledak? Dengan posisinya saat ini, dia seperti memelukku. Tidak tahukah dia aku ingin memeluknya seerat mungkin? Tahukah dia aku tersiksa sekarang karena hanya bisa berbuat bodoh seperti ini? Tahukah dia aku ingin….memilikinya. sulit sekali untuk tahu perasaannya padaku, dia sangat tertutup. Aku takut membuatnya tidak nyaman didekatku. Kumohon Tuhan kendalikanlah tanganku, agar tidak lancang memeluknya sekarang….?! Setidaknya sampai aku bisa meyakinkan diriku untuk memilikinya.

Choi Yoon Hee POV

            Lelahnya… dari tadi siang pekerjaanku sangat padat. Aku adalah manager desainer untuk boyband Super Junior. Aku sangat senang saat aku diterima menjadi asisten desainer Super Junior, boyband yang sudah lama aku sukai. Anggota favoritku adalah Choi Siwon. Seperti berita yang ada, dia memang tampan, jauh lebih tampan dari yang kulihat di foto, dia sangat ramah tidak terkecuali padaku, dia mempesona. Bodohnya aku bisa menyukainya seperti ini, aku mencintainya….. Aku sadar siapa aku, aku hanya seorang asisten desainer, sedangkan dia adalah seorang pangeran dengan segala kelebihannya. Kurasa bahkan hanya untuk menyukainya saja tidak pantas…..

Author POV

            Semua member Super Junior dalam perjalanan menuju parkiran di SM Entertaiment, dan Siwon akan segera pulang mengingat dia tidak ikut tinggal di dorm Super Junior. Waktu menunjukkan pukul 11.15 KST saat dia memasuki Audi putihnya. Rumahnya tidak terlalu jauh dari dorm Super Junior. Ia melambaikan tangannya ke arah member lainnya yang juga akan memasuki van mereka. Setelah membalas lambaian tangan Siwon, semua member segera memasuki van mereka untuk segera kembali ke dorm. Siwon melajukan mobilnya di jalanan Seoul yang sudah cukup lengang. Ia harus segera istirahat mengingat esok pagi ia sudah ada jadwal bersama Super Junior.

Keesokan harinya….. 07.00 KST

            Siwon baru saja sampai di lokasi konser Super Junior dan segera memasuki ruang rias, wajah Yoon Hee yang lemas langsung memasuki penglihatannya. “Kau sakit Yoon Hee-ah?” sahut Siwon membuat semua orang diruangan itu menghentikan aktivitasnya. “Eh benar, wajahmu pucat sekali Yoon Hee-ah, istirahat saja” kali ini Sungmin yang menyahut, diamini oleh semua member. “Jangan memaksakan diri Hee-ya, biar yang lain saja yang membantu, istirahatlah” Kang In mencoba meyakinkan Yoon Hee agar istirahat. Siwon segera menghampiri Yoon Hee, “Aniyo, aku sehat sungguh. Hanya dalam mood yang buruk saja pagi ini. Jangan khawatir” jawabnya. “Kau yakin?” Siwon terlihat cemas, Yoon Hee mengangguk pelan. “Jangan memaksakan diri, kalau kau merasa tidak bisa melanjutkan aktivitas, segera istirahat” timpal Siwon lagi, “Araseo”.

Choi Siwon POV

            Kenapa wajahnya pucat sekali pagi ini, membuatku khawatir saja. Selama konser hari ini aku tidak tenang membayangkan wajah pucatnya. Aku akan lebih memperhatikannya. “Yoon Hee-ssi, ada seseorang menunggumu di luar” teriak seorang staf, siapa yang mencarinya? “Oh… Ne, gamshamida” jawabnya, tak lama kemudian dia keluar. Aku harus tahu siapa yang menemuinya. Aku segera bangkit dan pelan-pelan mengikutinya melewati lorong gedung ini, ke arah kamar mandi. Tamu macam apa yang menunggu di kamar mandi, aneh sekali?

            Kudengar erangan tertahan dari arah kamar mandi. Bukankah suara Yoon Hee? Segera saja kulangkahkan kakiku ke arah kamar mandi. Astaga….. apa-apaan ini?? Seorang gadis seumuran dengan Yoon Hee kurasa menjambak rambut Yoon Hee hingga Yoon Hee meringis kesakitan. “Kubilang apa tentang uang itu hah Choi Yoon Hee!! Aku membutuhkan uang itu dalam waktu 3 hari, lihat apa yang terjadi!! Mereka mengobrak-abrik rumah karena uang itu tidak ada!!!” bentaknya keras. “U…Unnie… Mian…mianhae…. Aku janji… aku akan mencari uang untuk hutang itu…. Berikan waktu aku sedikit lagi….aku janji unnie… ” Ujar Yoon Hee sambil menangis menahan sakit di kepalanya. Situasi apa ini…. Kenapa Yoon Hee diperlakukan seperti ini?? Gadis itu…. Apa yang terjadi dengannya….. “5 hari waktu yang mereka berikan, cari uang itu secepatnya!! Ara!! Kalau tidak lihat saja apa yang akan terjadi padamu!! Tidak berguna!”, gadis gila itu apa yang dilakukannya! Aku shock melihat semua ini, gadis itu mendorong Yoon Hee ke tembok belakangnya, kuyakini kepala gadisku pasti berdenyut sekarang. Setelah orang yang dipanggilnya unnie tadi menghilang, tubuhnya merosot kebawah sambil menangis. Aku tidak tahan melihat semua ini, tidak boleh ada yang memperlakukannya begitu! Tidak ada!

Author POV

            Yoon Hee menangis merasakan sakit diseluruh tubuhnya, beban berat yang ada di pundaknya membuatnya ingin mati rasanya. Menjadi anak angkat sejak berusia 10 tahun dari sebuah keluarga yang kacau adalah salah satu ketidakberuntungan yang harus ia rasakan. Keluarga yang selalu membuat masalah, ayahnya pemabuk dan penjudi, ibunya selalu membawa lelaki pulang kerumah, ditambah dengan seorang kakak wanita yang jarang pulang dan meminta uang padanya. Bila ia memiliki seorang teman untuk berbagi, mungkin tidak akan seburuk ini.

            Suara derap langkah kaki menarik perhatiannya walaupun belum bisa menghentikan tangisnya. Ia langsung mendongak saat menyadari seseorang berdiri di hadapannya. Wajah tampan Siwon yang ia temukan. Siwon berlutut dihadapannya, membuat tangisnya berhenti. “Siwon-ah….?” Ucapnya lirih, Siwon menghela napas berat, ia menghapus air mata yang bercucuran di pipi Yoon Hee dengan lembut. “Apa sangat sakit?” tanya Siwon sambil kali ini membelai rambut Yoon Hee yang berantakan karena terkena jambak kakak wanitanya tadi. “An… aniya… nan gwenchana…” jawabnya pelan, Siwon tersenyum lirih “Bahkan saat kesakitan seperti ini kau bilang tidak apa-apa…. Aku tahu yang dilakukan wanita tadi padamu….” Sahut Siwon. Yoon Hee menggeleng pelan, “Aku…. Aku…. sungguh tidak apa-apa” jawabnya.

            Untuk kesekian kalinya Siwon menghela napas berat melihat sifat keras kepala Yoon Hee yang mulai muncul. “Baiklah… aku antar pulang”, Siwon bangkit diikuti tatapan heran Yoon Hee. Gadis itu terpekik kaget saat mendapati dirinya di gendongan Siwon. “S… Siwon-ah… apa.. apa yang kau lakukan? Aku bisa jalan sendiri…”, Siwon seolah tidak mendengar suara lirih gadis yang ada di gendongannya itu. “Kumohon… turunkan aku…. Siwon-ah….”, melewati ruang ganti Super Junior Yoon Hee makin terlihat panik, “Astaga Siwon-ah, kumohon…”

“Eh Yoon Hee-ya, kenapa kau?” Yoon terlihat tegang mendengar suara Kyuhyun, ditambah dengan keberadaan Shindong serta duo Eunhae. Wajahnya memerah menyadari dirinya menjadi pusat perhatian para member Super Junior. “Apa yang terjadi Wonnie?” tanya Shindong. “Dia sakit, hampir saja pingsan di depan kamar mandi, jadi aku akan mengantarnya pulang hyung….” Jawab Siwon santai. Wajah Eunhyuk dan Kyuhyun langsung berubah jahil. “Hee-ya, kau gadis satu-satunya gadis yang pernah digendong Siwon hyung selain Jiwon, kau pasti sangat senang?!” goda Kyuhyun disambut anggukan jahil dari Eunhyuk. “A… Aniya…. Aku… Aish….” Wajah malu Yoon Hee sungguh tidak bisa disembunyikan lagi. Siwon tersenyum senang mendapati reaksi Yoon Hee. “Hentikan, kalian tidak melihat wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus?” goda Donghae

            “Ya sudah antarkan Yoon Hee pulang sampai dirumahnya ya Wonie, dan jangan mencuri kesempatan?!”, “Mwo! Yak! Aku tidak seperti itu hyung!”, Keempat pria itu langsung berlari pergi sambil tertawa senang karena berhasil menggoda pasangan Choi tersebut. “Jangan dengarkan mereka, mereka memang seperti itu kan?!” sahut Siwon, diangguki oleh Yoon Hee.

            Siwon dan Yoon Hee berada dalam suasana canggung di dalam mobil mewah Siwon, Siwon sengaja menjalankan mobilnya sedikit pelan dari biasanya untuk mengulur waktu agar berduaan dengan Yoon Hee. Gadis itu hanya diam sepanjang perjalanan yang telah mereka lalui. “Bolehkah aku tahu kenapa unniemu tadi berlaku seperti itu padamu Hee-ya?” Yoon Hee menghela napas berat, “Emh…. Dia membutuhkan uang untuk membayar hutang Siwon-ah, dan aku yang bertanggung jawab untuk itu”, “Kenapa begitu, bukankah itu hutang unniemu?” sesekali Siwon menolehkan kepalanya pada gadis disampingnya itu.

            “Memangnya apalagi yang bisa diperbuat anak angkat selain membalas budi pada keluarga yang telah mengangkatnya menjadi anak Siwon-ah?!”, “MWOO… anak angkat? Maksudmu kau…” Yoon Hee mengangguk, “Ne, aku adalah anak angkat keluarga Choi itu, dan yah…. Kau tahu aku harus membalas budi setelah aku dibawa dari panti asuhan, saat itu umurku 10 tahun. Aku senang bisa pergi dari panti asuhan dan mendapat orang tua saat itu, tapi kalau boleh memutar waktu…. Aku akan memilih tinggal di panti asuhan saja, daripada menjadi anak angkat keluarga berantakan begini….” Siwon kehabisan kata-kata mendengar hidup Yoon Hee yang sangat berat untuknya.

            “Kau gadis yang hebat Hee-ya, bahkan kau masih membantu keluarga itu kan setelah apa yang kau peroleh dari mereka.” Yoon Hee hanya tersenyum mendengar ucapan Siwon. Tidak berapa lama mereka telah sampai di rumah Yoon Hee. “Gomawo Siwon-ah telah mengantarku, hati-hatilah di jalan”, “Ne, kau masuklah” Yoon Hee mengangguk dan segera masuk ke dalam rumahnya.

Keesokan Harinya…. 10.00 malam KST

            Super Junior baru saja menyelesaikan kegiatan mereka di SBS TV. Saat ini mereka sedang istirahat sebelum pulang, para cordi segera membantu mereka melepas kostum mereka hari ini. “Yoon Hee-ya, wajahmu makin pucat, kau yakin tidak apa-apa?” suara Manager mereka mengalihkan perhatian Siwon yang tadinya sedang asyik dengan Twitternya. “Aku tidak apa-apa oppa, jangan khawatir”, “Jangan memaksakan diri Hee-ya, kalau kau sakit nanti bagaimana?” sahut Donghae, saat ini Yoon Hee memang membantu membereskan kostum Donghae.

            “Kau juga butuh istirahat Hee-ya, jangan bekerja terus” Manager Kim memberikan minum untuk Yoon Hee yang segera diterima oleh Yoon Hee, “Ne, Oppa?!” sebenarnya apa yang kau lakukan pada tubuhmu Choi Yoon Hee kenapa kau bisa sepucat itu? Ucap Siwon dalam hati.

Choi Siwon POV

            Aku, Sungmin hyung, Donghae, Eunhyuk, Ryeowook dan Kyuhyun sedang berada di sebuah café, entah apa namanya aku tidak peduli apa namanya. Tadi aku baru menyelesaikan syutingku untuk sebuah iklan dan saat sampai di dorm mereka mengajakku keluar untuk jalan-jalan. Beberapa fans yang menyadari kehadiran kami meminta tanda tangan dan foto kami, namun mereka mengerti kami sedang istirahat jadi mereka tidak mengganggu kami selain meminta tanda tangan dan foto, mereka memang pengertian. Ditambah café ini tidak banyak pengunjung jadi cukup nyaman.

            Saat kami sedang mengobrol ringan, seorang pelayan menghampiri kami dan…. “Yoon Hee?” sahut Donghae, Yoon Hee berdiri di hadapan kami dengan baju pelayan? “Kenapa kau berada disini Hee-ya? Dan… memakai baju pelayan?” sahut Kyuhyun. Yoon Hee tersenyum ringan, “Aku juga bekerja disini Kyuhyun-ah tentu saja aku memakai baju ini” jawabnya santai. Astaga….

            “Jadi setelah bekerja menjadi asisten desainer kau juga menjadi pelayan untuk café ini Hee-ya?” Sungmin hyung terlihat terkejut, apalagi aku. jadi ini yang menyebabkan wajahnya pucat, karena dia kelelahan bekerja di 2 tempat. Yoon Hee mengangguk, “Apa gajimu kurang Hee-ya kenapa kau masih bekerja disini?” Yoon Hee mendengus pelan mendengar pertanyaan Ryeowook. “Kalian mau memesan atau mewancaraiku, aku akan mengenakan tarif untuk setiap pertanyaan” candanya, “Ya! Aku serius bertanya” gadis itu tertawa pelan, “Tentu saja tidak gajinya cukup besar”, “Lalu kenapa kau masih bekerja disini?” Yoon Hee menggeleng. “Itu rahasia, jadi kalian mau pesan apa?”

            Aku tidak bisa makan dengan enak, aku terus memikirkan gadis itu, ia sesekali keluar untuk melayani pelanggan. “Wonnie, kau pasti tahu kenapa dia bekerja disini, ayo katakan” kutatap Sungmin hyung yang memandangku curiga begitupun yang lain, mereka memang tidak bisa dibohongi. “Mana aku tahu?!” aku memakan makananku lagi, mereka sangat berbahaya.

            “Kalau kau tidak mengatakannya pada kami, aku akan mengatakan pada Yoon Hee kalau kau sudah lama menyukainya hyung”

Uhuukk Uhhuukkk

            “Cho Kyuhyun…. Uhukk…. Awas kalau kau berani melakukan itu padanya!” astaga panas sekali tenggorokanku, gara-gara maknae evil ini aku tersedak. “Hee-ya! Siwon hyung tersedak, berikan kami air putih tolong” dasar Kyuhyun!! Member yang lain juga malah menertawakanku.

Tak lama Yoon Hee datang dan memberikan segelas air putih padaku, “Kau tidak apa-apa kan Siwon-ah?” aku mengangguk setelah meminum air putih darinya. “Makanlah pelan-pelan, jangan terburu-buru”

Author POV   11.00 KST

            Siwon memutuskan untuk tidak pulang bersama member lain, toh dia membawa mobil sendiri tadi. Ia menghampiri Yoon Hee yang saat itu sedang membersihkan meja yang baru saja ia gunakan. “Siwon-ah ada apa ini?” ia sedikit memberontak saat Siwon menariknya ke lorong arah kamar mandi di café itu, ia sempat ke kamar mandi tadi maka ia tahu letak lorong itu. “Kenapa tidak bilang kau bekerja disini Hee-ya?” tanyanya sesaat setelah Siwon melepas tangan Yoon Hee, sedikit meringis kesakitan karena Siwon menarik tangannya cukup kencang. “Kenapa aku harus mengatakannya padamu Siwon-ah? Kau tidak perlu tahu hal ini” Siwon dibuat terkejut dengan jawaban gadis itu, membuatnya tidak berkutik.

            “Aku benar kan? Kau tidak perlu tahu hal ini Siwon-ah, jangan mengasihaniku karena kau tahu aku terjerat hutang, aku sungguh tidak apa-apa”, “Mwo! Kasihan? Siapa yang kasihan padamu? Aku maksudmu?” Yoon Hee mengangguk pelan, amarah Siwon sudah diujung. “Aku tidak pernah mangasihanimu Choi Yoon Hee! Kau dengar! Aku peduli padamu, aku sangat peduli padamu” Yoon Hee agak terkejut dengan nada bicara Siwon yang meninggi.

            Suasana menjadi canggung hampir saja Siwon melangkah pergi saat Yoon Hee memanggilnya. “Siwon-ah, mianhae aku tidak tahu….” Siwon melangkah pergi setelah itu. “Kenapa dia jadi marah-marah, aku kan tidak tahu” gerutu gadis itu sambil kembali ke pekerjaannya.

Choi Siwon POV        SM Entertaiment       9.00 Malam KST

            Aku sedang sangat lelah, baru saja aku menyelesaikan rapat untuk drama yang akan kumainkan di China minggu depan. Dan kupastikan aku akan lelah karena harus pulang-pergi Korea-China. Aku dan manager hyung segera ke ruang latihan Super Junior, kami memang latihan dance malam hari, jadi ya beginilah, melelahkan tapi menyenangkan.

            “Rapatmu sudah selesai Wonnie?” aku mengangguk pada Eunhyuk, sepertinya dia baru sampai juga. “Kalian melihat Yoon Hee hari ini?” tanyaku pada mereka tapi mereka semua menggeleng. “Hyung, Yoon Hee tidak kelihatan hari ini, kemana dia?” manager hyung yang tadinya membicarakan jadwal Donghae langsung menoleh padaku.

            “Sepertinya dia pulang belum lama, kata Desainer Jung tadi, gadis itu pulang sekitar 30 menit yang lalu, wae?” aku terdiam, dia pulang jam berapa saat kerja begitu ya? “Sebenarnya kenapa dia bisa bekerja di café itu Wonie, kau pasti tahu alasannya mengingat kau selalu tahu apa yang terjadi padanya?”, “Yoon Hee bekerja di café Hae-ah?” Donghae mengiyakan. “Kami bertemu dengannya kemarin malam di café saat kami makan bersama hyung, dia jadi pelayan” sahut Kyuhyun.

            “Rahasia, itu privasinya aku tidak ingin membongkar privasi orang sembarangan.” Aku segera berganti pakaian, latihan harus segera selesai agar aku bisa segera pergi. “Ayo mulai latihannya cepat!?” teriakku.

11.15 Malam KST

            “Kau mau kemana Wonnie? Latihan baru selesai, kau tidak lelah?” kuabaikan pertanyaan Donghae sambil terus membereskan barang bawaanku. “Aku pergi dulu ok? Aku tidak apa-apa jangan khawatir. Hyung besok kirimkan orang untuk mengurus kostumku ke rumah ok?” manager hyung mengangguk sambil menatapku heran. “ Sampai jumpa, hati-hati dijalan” ucapku sambil berlari pergi. “Bukankah kami yang harusnya bilang begitu padamu? Aneh sekali” bisa kudengar ucapan Shindong hyung, benar juga mereka yang harusnya mengatakan itu padaku kan? Ah sudahlah….

11.45 Malam KST

            Selarut ini apakah dia sudah pulang? Aku baru saja sampai di café tempatnya bekerja, aku ingin mengantarnya pulang. Yah kupikir tidak seharusnya aku marah-marah seperti kemarin, dia kan memang tidak tahu, dasar.… bodoh sekali aku?!

            “Yoon Hee sudah pulang 30 menit yang lalu Tuan”, “Oh benarkah? Jadi dia pulang sekitar pukul 11.15 setiap malam?” kulihat dia sedikit heran dengan pertanyaanku, ah lebih tepatnya dengan penampilanku saat ini, dengan masker hitam seperti ini mungkin dia mengira aku orang jahat…. “Aku temannya, dan aku ada keperluan dengannya” sambungku. Pelayan wanita dengan name tag Kang Min Ji itu mengangguk. “Dia pulang jam segitu karena dia masih harus bekerja di tempat lain Tuan, keluarganya terjerat hutang sangat besar jadi dia harus membayar hutang itu, maka dia bekerja di beberapa tempat. Kau temannya tapi kenapa tidak tahu?”, “Dia masih bekerja di tempat lain selain disini?” astaga apa dia tidak lelah…. “Dia bekerja di sebuah bar 2 blok dari sini Tuan.” MWO… “Kau bilang tadi apa? Bar”, “Ne, dia baru bekerja sekitar 2 hari di bar itu dan dia akan pulang sekitar pukul 2 pagi. Dia bilang gajinya lumayan tinggi disana” astaga sulit dipercaya kenapa dia bekerja di tempat seperti itu… keterlaluan! “Apa nama bar tersebut?”

Choi Yoon Hee POV

            Sebenarnya bekerja di tempat seperti membuatku takut, alkohol dimana-mana, musik berdentum sangat keras ditambah lelaki hidung belang dan wanita penghibur. Aku sangat menghindari tempat seperti ini sebenarnya, tapi mengingat aku butuh uang, aku harus bekerja di tempat ini atas rekomendasi seorang temanku di café. Gajinya cukup besar, lagipula aku hanya seorang pelayan, aku tidak melakukan hal tidak baik kan?

            Seorang lelaki tambun yang duduk sendirian memanggilku dan memesan alkohol. Tapi apa perlu dia memandangiku begitu? Membuatku tidak nyaman, memangnya aku hewan buruan? Segera saja aku mengambilkan pesanannya dan mengantar ke meja lelaki itu. Saat aku hendak pergi ia menahan pergelangan tanganku, “Ada apa Tuan?” aku mencoba melepas tangannya dari tanganku, menyeramkan.

            “Apa kau mau menemaniku duduk disini nona cantik?” eh…. Dia mengerling genit padaku, astaga…. “Maafkan aku tuan, aku pelayan disini, kalau kau membutuhkan wanita penghibur kau salah orang” jawabku tegas sambil menarik keras tanganku sendiri, bekerja di tempat seperti ini memang banyak cobaannya. “Memangnya apa bedanya kau dengan mereka?” tunjuknya dengan wajah sinis pada beberapa wanita yang kutahu adalah wanita penghibur. Ya Tuhan… sebenarnya apa salahku hingga aku harus mengalami penghinaan seperti ini….

            Kutampar keras pipi pria ini, dan dia langsung menatapku marah, “Dasar gadis sialan! Berani sekali kau menamparku! Memangnya kau pikir kau siapa?” teriaknya yang menimbulkan keributan, aku tidak peduli lagi mau kehilangan pekerjaan ini atau tidak kemarin aku juga mengalami hal ini walaupun lebih ringan dari ini. Tapi ini sudah keterlaluan…. “Kau pikir kau juga siapa Tuan, bisa-bisanya memandangku serendah itu! Kau lelaki hidung belang tidak tahu diri!” balasku, yang kutahu raut wajahnya makin memerah menahan marah. Dia pikir aku takut…. “Dasar gadis kurang ajar!”

Author POV

            Siwon mengeratkan kaca mata dan mantel hitam yang sedari tadi dipakainya, memasuki tempat berbahaya begini dia harus mengamankan dirinya lebih lagi agar tidak ada yang menyadari keberadaan Siwon Super Junior, ia menyapukan pandangannya ke tempat dengan aroma alkohol yang menyengat itu. Bisa-bisanya gadis itu bekerja di tempat seperti ini…. Hal ini membuatnya sangat marah, gadis itu sungguh mengacaukan sistem di otaknya…..

            Siwon mendengar jelas apa yang lelaki tambun itu katakan pada Yoon Hee, cukup sudah! Lelaki tambun itu hampir saja memukul pipi mulus Yoon Hee jika ia tidak menangkap tangan pria itu. Yoon Hee yang tadinya menutup mata segera membuka matanya kembali karena tidak merasakan pukulan dari pria tambun tadi. Terkejut, itulah yang ia rasakan. Walaupun ditutupi masker dan kacamata hitam serta mantel hitam tapi ia tahu betul siapa sosok yang melindunginya itu….. Choi Siwon.

            “Jauhkan tangan kotormu darinya. akan kubuat kau menyesal kalau kau berani menyentuhkan tangan kotormu padanya!” Siwon segera menghempaskan tangan lelaki itu dan segera memukul pipi pria itu hingga menimbulkan teriakan histeris dari para pengunjung. Lelaki itu bangkit dan mencoba melawan Siwon “Dasar kurang ajar, jangan ikut campur!” Siwon menangkis tangan lelaki yang hampir saja melukainya itu, dia Choi Siwon pemegang sabuk hitam Taekwondo, lelaki yang buta bela diri ini bukan tandingannya.

            Dalam waktu singkat lelaki itu telah jatuh pingsan. Siwon segera mengalihkan pandangannya pada Yoon Hee yang masih menunjukkan wajah terkejut karena kehadirannya. Menarik gadis itu keluar dari bar itu. Setengah menyeret sebenarnya, memaksa gadis itu masuk kedalam mobilnya. “Siwon-ah, mau kemana kita?” Yoon Hee sedikit panik melihat rahang Siwon yang mengeras. Oke sepertinya lagi-lagi ia membuat Siwon marah, jadi ia putuskan untuk tetap diam.

Rumah Keluarga Choi  Siwon                       12.05 KST

            Siwon kembali menyeret Yoon Hee untuk mengikutinya. Rumah besar dan mewah itu tidak membuat Yoon Hee berhenti panik karena Siwon menariknya terus menerus. Orang tua Siwon sedang pergi ke Incheon mengunjungi teman mereka yang sakit, sedangkan Jiwon adiknya sedang berada di luar negeri untuk sebuah acara. Hanya ada pelayan yang dipekerjakan oleh keluarga Siwon yang ada di rumah itu.

            Siwon menghempaskan tubuh Yoon Hee di tembok ruang tamunya dengan kedua tangan yang mengungkung tubuh gadis itu. Membuat gadis itu melebarkan kedua mata indahnya karena perbuatan Siwon. “Si… Siwon-ah….”, “Kenapa kau harus bekerja di tempat seperti itu Choi Yoon Hee! Kau tidak memikirkan keselamatanmu sendiri!” teriaknya di depan wajah Yoon Hee. Ia sudah tidak tahan lagi melihat apa yang dilakukan gadis itu.

            “A… Aku….”, “Kau pasti tahu apa resiko bekerja di tempat itu kan! Kau bodoh atau apa!” Yoon Hee terdiam mendengar apa yang dikatakan Siwon. “Aku tahu…” jawabnya pelan. “Kalau kau tahu kenapa masih bekerja disana!”, “Kau tahu alasanku Siwon-ah…. Aku butuh uang….” Siwon mengumpat dalam hati. “Katakan kau butuh berapa? Katakan, aku akan memberikan sebanyak apapun yang kau sebutkan.” Yoon Hee memberanikan dirinya menatap mata tajam lelaki tampan di hadapannya itu.

            “Mwo? Kau….”, “Berapa yang kau butuhkan? Aku akan memberikannya padamu”. “Kau, apa maksudmu?”, “Wae? Bukankah kau butuh uang? Aku akan memberikannya jauh dari apa yang bisa kau perkirakan…”, Yoon Hee tersenyum sinis. “Kau mau membeliku begitu?”, “Mwo! Apa maksud perkataanmu Choi Yoon Hee!”. “Kau mau mengatakan kalau kau punya banyak uang dan kau bisa seenaknya melakukan apapun bahkan membeliku begitu?” rahang Siwon kembali mengeras mendengar perkataan Yoon Hee. “Apa aku bilang begitu?”, “Kau mau menunjukkan betapa kayanya kau padaku maka kau ingin membeliku? Choi Siwon yang terhormat, aku tidak butuh uangmu. Aku bisa mencarinya sendiri!”, “Kau tidak mengerti maksud semua hal yang kulakukan padamu selama ini?” mata Yoon Hee ikut memerah menahan emosi.

            “Apa maksudmu?” tantang Yoon Hee. “Aku menyukaimu Choi Yoon Hee! Tidakkah kau mengerti? Kau tidak bisa merasakannya! Aku bahkan menyukaimu sejak kau pertama kali berdiri di hadapanku 2 tahun lalu. Bahkan semua orang menyadarinya, tapi kau tidak mengerti?” Siwon benar-benar dibuat tidak mengerti dengan ketidaksensitifan gadis itu.

            “Cukup Choi Siwon! Kau bahkan mulai mempermainkan perasaanku sekarang! Minggir! Aku mau pulang! Lepaskan aku!” teriak Yoon Hee yang mulai menangis sambil mencoba mendorong tubuh kekar Siwon yang sedari tadi mengurung tubuhnya. Yoon Hee masih mencoba mendorong tubuh Siwon saat ia merasakan bibir Siwon sudah berada di bibirnya.

Chu…

            Walaupun sempat terpana dengan apa yang dilakukan Siwon, ia kembali tersadar dan kembali mencoba mendorong tubuh Siwon darinya yang malah dibalas dengan lumatan dari bibir Siwon. Lelaki itu memperdalam ciumannya pada Yoon mencoba menyalurkan semua yang ia rasakan, ia hanya ingin gadis itu merasakan ketulusan hatinya, ia sama sekali tidak bermaksud melukai harga diri gadis itu, ia ingin melakukan sesuatu untuk meringankan penderitaan gadis itu, hanya itu maksudnya.

            Siwon semakin memperdalam lumatannya dan itu membuat Yoon Hee menyerah, menerima apapun yang bibir Siwon lakukan pada bibirnya. Setelah dirasa cukup Siwon melepas ciumannya pada Yoon Hee, gadis itu merona itulah yang Siwon lihat terakhir kali sebelum akhirnya gadis itu berhasil mendorong tubuhnya untuk menjauh dan berlari keluar dari rumah itu. Siwon tidak ingin mengejarnya, ia merasa Yoon Hee butuh ketenangan setelah apa yang ia katakan pada gadis 2 tahun dibawahnya itu.

Tubuhnya lemas, ia tidak menyangka dirinya bisa mencium Yoon Hee seperti itu. Ia menyesal bisa lepas kendali seperti itu, tapi ia tidak bisa mengingkari hatinya ada perasaan bahagia karena ia bisa mengungkapkan perasaannya pada Yoon Hee ditambah mendapat ciuman dari gadis yang ia cintai walaupun dengan paksaan.

Choi Yoon Hee POV

            Astaga….. apa yang kami lakukan tadi? Benarkah tadi kami berciuman? Astaga… astaga…. Apa yang kau lakukan Choi Yoon Hee!!! Bodoh! Tapi benarkah apa yang Siwon katakan tadi, lelaki tampan itu menyukaiku bahkan mencintaiku? Aku ingin tidak percaya hal itu, tapi hati kecilku…. Percaya apa yang lelaki itu katakan padaku…. Aaakkkhhh…. Kau membuatku gila Choi Siwon…..! lebih baik aku mempercepat jalanku agar segera sampai di rumah.

Author POV   SM Entertaiment 07.00 Malam KST

            Sepanjang hari ini semua member Super Junior dibuat bingung dengan sikap Yoon Hee dan Siwon yang terlihat saling menghindari. Sebenarnya Siwon tidak berlaku begitu, tapi Yoon Hee yang terlihat berusaha keras menghindari visual grup itu. Keduanya tidak lepas sedikitpun dari pengawasan lelaki-lelaki tampan itu. Biasanya Siwon akan mencari perhatian pada Yoon Hee atau terang-terangan memandang gadis itu tapi tidak hari ini, sungguh membingungkan.

            “Kalian merasakan keanehan itu juga kan? Mereka berdua tidak beres” sahut Sungmin saat melihat Yoon Hee keluar dari ruangan itu mengikuti Desainer mereka, dan lagi Siwon yang sepertinya tidak mendengar karena sibuk dengan naskah dramanya. “Kupikir begitu, Siwon aneh sekali, Yoon Hee lebih aneh lagi. Kurasa ada yang terjadi antara mereka berdua….” Sambung Donghae.

            “MWO…. Astaga Siwon yang agamis bisa juga lepas kendali pada wanita” Siwon menunduk lemas mendengar ucapan Eunhyuk, Siwon baru saja menceritakan apa yang terjadi tadi malam setelah dipaksa oleh evil maknae mereka. “Aku… juga tidak menyangka akan seperti itu….”, Heechul terlihat tenang-tenang mendengar cerita Siwon, “Sudah terlanjur basah Won-ah, sekalian saja menceburkan diri” Siwon langsung menoleh pada Heechul yang asyik dengan ponselnya.

            “Ya…. Toh kau sudah mengatakan semuanya, tidak ada kesempatan mundur lagi. Maju saja terus, selesaikan semuanya.”, “Maksudmu hyung?” Siwon masih terlihat tidak mengerti. “Kau sudah mengatakan cinta padanya dia hanya butuh diyakinkan akan perasaanmu, tadi malam kau mengatakannya dalam keadaan emosi kan? Kau harus mengatakan lagi perasaanmu dengan cara yang pantas Won-ah, dan juga masalah uang jangan lupakan.” sahut Heechul lagi, “Benar juga apa yang dikatakan Heechul hyung Wonnie?!” kali ini Shindong yang menyahut. Siwon terlihat berpikir keras.

Keesokan harinya.

            Yoon Hee tidak lagi bekerja di bar itu, dan itu membuatnya bingung, hari ini adalah tanggal jatuh tempo pembayaran hutang itu, ia tidak fokus dengan apa yang dilakukannya hari ini. Beberapa kali ia salah mengambil accessoris untuk Eunhyuk. Apa yang harus dilakukannya….

            Siwon memperhatikan setiap gerak-gerik Yoon Hee bahkan saat gadis itu pamit pulang lebih dulu setelah Super Junior selesai menghadiri sebuah talkshow, ia ingat hari ini adalah tanggal jatuh tempo pembayaran hutang. “Aku pergi sekarang ok?” katanya pada semua member yang berencana akan makan malam bersama. “Hati-hati” ucap Shindong yang diangguki oleh Siwon.

Kediaman Keluarga Choi Yoon Hee 8.00 malam KST

            Seperti yang Yoon Hee duga, para penagih hutang itu sudah duduk manis di ruang tamu rumahnya bersama orang tua dan kakak wanitanya, Yoon Ji. “Yoon Hee sudah pulang, dia pasti membawa uangnya untuk membayar kalian!” teriak Yoon Ji kasar pada para penagih hutang itu. Yoon Hee sungguh tegang kali ini. Uang yang ia kumpulkan bahkan belum sampai setengah dari hutang itu. “Jadi mana uangnya nona manis? Ini sudah 5 hari dari waktu yang kami berikan?!” Seorang dari mereka menghampirinya dan tersenyum sinis.

            “Em…. Aku…. aku….”, “Wae? Mana uangnya?”desaknya membuat Yoon Hee makin ketakutan, keluarga ini membuatnya sungguh dalam keadaan sulit. “Maafkan aku…. tapi aku…..”,” Tapi apa! Keluargamu bilang kau yang akan membayar hutang mereka” Yoon Hee makin tegang, tidak adakah dari keluarganya ini yang mau membantunya? “Aku sudah mengumpulkan uangnya…. Tapi….” Yoon Hee tidak berani melanjutkan ucapannya, terlalu takut dengan reaksi orang dihadapannya ini, ia bisa dipukul bahkan dibunuh ditempat.

            “Aku yang akan membayar hutangnya” tubuh Yoon Hee menegang saat mendengar suara seseorang yang sangat dikenalnya itu…. Suara itu lagi….. Choi Siwon. Kembali lelaki itu menutup matanya dengan kacamata hitam, namun tidak mengenakan masker kali ini. Bodoh! Kenapa lelaki ini sangat ceroboh, umpat Yoon Hee dalam hati.

            “Siapa kau?” hardik rentenir itu kasar pada Siwon, tapi Siwon tetap tenang tidak peduli ekspresi terkejut dari Yoon Hee maupun dari keluarga gadis itu. “Aku yang akan membayar hutangnya” tunjuk Siwon pada Yoon Hee. “Eh… Aniya, aku akan…”, “Berapa hutangnya padamu?” potong Siwon melihat Yoon Hee yang berusaha menghalanginya. “20 juta won, ditambah bunganya 5 juta won, 25 juta won. Kau sanggup? Sebenarnya kalau keluarga ini tidak sanggup membayarnya tadi, aku ingin mengambil….. anak bungsu mereka…. Yang cantik ini sebagai gantinya… hahahah….” Rahang Siwon mengeras, rentenir kurang ajar! Umpatnya dalam hati.

            “Akan kubayar, 25 juta bukan masalah…. Dan jangan sekali-kali menyentuh Yoon Hee atau kau akan menyesal” ucap Siwon menahan emosi. Siwon mengambil selembar cek dari dompetnya menulis nominal yang ia butuhkan dan segera menyerahkan pada rentenir itu. Rentenir berwajah galak itu segera menerima cek dari Siwon, “Baiklah, hutangnya lunas, sayang sekali ya nona cantik aku tidak bisa membawamu pergi hari ini… hahaha” lelaki itu membuat Yoon Hee menegang, “Segera pergi dari sini” Rentenir itu menganggukkan kepalanya singkat dan pergi.

            Mengabaikan wajah keheranan dari keluarga Yoon Hee, Siwon berdiri dihadapan orang tua dan kakak wanita Yoon Hee. “Anyeonghaseyo, aku teman Yoon Hee, bolehkah aku mengajak Yoon Hee keluar sekarang?”, “Kenapa kau membayar hutang kami anak muda?” tanya appa Yoon Hee mengabaikan perkataan Siwon.  Siwon tersenyum singkat, “Aku hanya ingin membuat kesan yang baik pada keluarga Yoon Hee, jadi bolehkah Yoon Hee keluar denganku sekarang paman?” jawab Siwon sopan walaupun hatinya kesal pada keluarga gila dihadapannya ini.

            Appa Yoon Hee mengangguk singkat, “Tentu saja”. Siwon segera menarik tangan Yoon Hee untuk mengikutinya. “Hey, kita mau kemana Siwon-ah?” Siwon mengabaikan pertanyaan Yoon dan terus menarik Yoon Hee menuju taman tak jauh dari rumah gadis itu.

Taman.. 09.03 Malam KST

            Suasana taman sudah sepi, membuat Siwon bisa leluasa membuka accessorisnya. Yoon Hee duduk di bangku taman dengan tetap mengabaikan lelaki itu. “aku…. akan membayar hutangku padamu beserta bunganya sekaligus.” Siwon menghela napas panjang, “Kenapa kau selalu membicarakan uang denganku? Kau tahu bukan itu yang ingin aku katakan, uang itu tidak masalah kukeluarkan untukmu, kau minta Cuma-Cuma pun akan kuberikan padamu, bisakah tidak membicarakan hal itu?” nada bicara Siwon yang meninggi membuat Yoon Hee gugup.

            “Mianhae….” Ucapnya singkat sambil membuang pandangannya ke arah lain, menghindari tatapan intens dan kesal Siwon padanya.

Choi Siwon POV

            Astaga gadis ini… kenapa bahasannya denganku selalu uang hutang…. Membuatku pusing. Ck! Sudahlah, lagipula bukan itu yang ingin kubicarakan dengannya. Kuberanikan diriku untuk berlutut dihadapannya, memegang kedua tangannya di genggamanku, aku bisa melihat wajah terkejutnya saat melihat apa yang kulakukan.

            “Siwon-ah… apa yang kau lakukan?” aku menggeleng pelan, menolak bangun dari hadapannya, “Hee-ya, kau tahu apa yang kukatakan….padamu 2 hari yang lalu….dirumahku, aku tidak main-main. Aku sungguh mencintaimu sejak 2 tahun lalu….” Huft…. Sulit sekali mengatakannya….

            “Aku selalu memperhatikan setiap aktivitasmu di dekatku maupun saat berjauhan denganku, aku tahu kau tidak menyadari itu, tapi sungguh…aku mencintaimu, aku selalu ingin…berbagi apapun dengan gadis yang kucintai….apapun yang kupunyai….aku ingin berbagi dengannya. Aku ingin kau mengerti aku sedang tidak mempermainkan perasaanmu, ini yang sebenarnya kurasakan padamu, aku sesak, aku tersiksa bila tidak segera mengatakannya padamu….” Akhirnya, kuucapkan juga apa yang ingin kukatakan, Yoon Hee sudah terisak dihadapanku.

            “Tidak masalah kalaupun kau menolakku, asalkan…”, “Aku…” dia memotong perkataanku, “Aku… aku hanya… akan berbagi kesedihan dan kedukaan…. Hiks denganmu Siwon-ah, kau tidak boleh merasakan… hal itu….” Ucapnya yang makin hebat terisak.

Author POV

            Siwon merengkuh tubuh gadis dihadapannya itu ke pelukannya, membiarkan tangis gadis itu pecah di bahunya.  Siwon membelai pelan punggung Yoon Hee, “aku tidak keberatan kau berbagi hal itu denganku…. Aku akan berbagi kebahagiaan denganmu, sedih dan duka di hatimu bagilah denganku, ayo kita saling berbagi dan melengkapi, aku tidak bisa menjamin kau akan bahagia bersamaku, tapi aku berjanji kau akan lebih nyaman setelah berbagi denganku Hee-ya…” Siwon melepas pelukannya pada Yoon Hee dan menghapus air mata di pipi gadis itu.

            “Bisakah beri aku kesempatan Hee-ya? Aku akan melindungimu sebisaku…. Aku akan….”

Chu…

            Perkataan Siwon kembali tertelan di mulutnya saat Yoon Hee menciumnya singkat, membuat Siwon terperangah karenanya. “Ayo… Ayo kita mulai berbagi sekarang… aku… akan berusaha…. Berbagi kebahagiaan juga denganmu, kau pikir aku gadis kejam yang hanya akan memberi kesedihan dan kedukaan pada lelaki yang dicintainya? Kau salah besar Tuan Choi?!” canda Yoon Hee, Siwon kembali terperangah dibuatnya.

            “Kau tidak harus selalu berbagi kebahagiaan denganku Choi Siwon, bagilah juga kesedihanmu denganku, maka kita akan benar-benar saling berbagi” ucap Yoon Hee lembut, senyum manis mulai terbit dari bibirnya, lelaki itu segera memeluk Yoon Hee erat yang juga dibalas tak kalah erat oleh Yoon Hee.

            “Gomawo… jeongmal… gomawo, tapi yang terpenting, berbagilah cinta denganku…. Bisakah?” tanya Siwon pelan, Yoon Hee melepas pelukan Siwon, “Tentu saja” ucapnya sambil tersenyum.

            “Awww… kau ini kenapa? Jangan mendorong-dorongku begitu”, “Aish, jangan berisik kalian mau ketahuan oleh mereka?” suara berisik yang Siwon yakini tidak jauh darinya dan Yoon Hee itu membuat perhatiannya teralihkan, “Kau dengar suara berisik tidak?” tanya Siwon sambil bangkit dari posisi berlututnya. Yoon Hee mengangguk, “Ya!! Kalian! Keluar! Aku sudah melihat kalian!” Yoon Hee langsung menoleh ke arah pandangan Siwon, member Super Junior lainnya keluar pelan-pelan dari semak-semak.

            “Kalian ini! Kenapa kalian disini!” teriak Siwon yang dibalas cengiran oleh hyung dan dongsaengnya. “Kami hanya ingin khawatir melihatmu pergi sendiri Wonnie jadi kami mengikutimu….” Sahut Shindong, berbeda dengan Yoon Hee yang mulai memerah pipinya. Jadi mereka juga melihat saat ia mencium Siwon tadi? Astaga memalukan!!!

            “Kami bahkan melihat Yoon Hee saat menciummu Wonnie” goda Heechul yang disambut oleh tawa member lain. “Ya! Oppa-deul!” Siwon tertawa lega melihat Yoon Hee yang mulai mengejar para hyung dan dongsaengnya itu. Akhirnya perasaannya tersampaikan juga pada gadis yang dicintainya itu.

END

A LOVE

Cast : Cho Kyuhyun
Kim Hyun Mi
Super Junior’s member
Kim Bum
Genre : Romance, Sad
Rating : 17
Cho Kyuhyun POV
Melelahkan. Kegiatan Super Junior sedang sangat padat untuk mempersiapkan album baru kami, mulai dari latihan vokal, dance, bahkan pemotretan. Dan hari ini kami akan pemotretan untuk album kami. Aku Cho Kyuhyun, maknae Super Junior, aku yakin kalian pasti mengenalku. “Ayo turun Kyu, kita sudah ditunggu di lantai 2” sahut Shindong hyung membuyarkan keasyikanku bermesraan dengan PSPku. “Ne hyung” jawabku.
Segera saja aku menyusul anggota lainnya ke lantai 2, semua sudah disana dan mulai bersiap. “Kyuhyun-ah, ini busana pertamamu. Cepatlah berganti” ujar Yoon Hee begitu melihatku datang. “Arasseo, asisten desainer Choi” Candaku sambil terkekeh, aku tahu dia tidak suka dipanggil begitu. Lihatkan dia sudah memelototiku. “Awas kau!” itu arti tatapannya. Yoon hee gadis yang baik dan bersemangat tapi dia sedikit tertutup, tapi ia orang yang menyenangkan, tidak heran Siwon hyung memendam perasaan cinta padanya. “Jaga matamu agar tidak keluar hyung”. Siwon hyung langsung memandangku kaget. “Ck! Kau ini, cepat berganti baju” katanya sambil berlalu pergi.
“Cepat Kyu, semua sudah siap tinggal kau!” itu suara manager hyung. “Ne, ne aku sudah selesai kalian tidak sabaran sekali”. Segera aku berlari keluar, berdiri di depan background, anggota lain juga sudah siap disana. “Lama sekali kau ini”, “Kalian yang tidak sabaran” balasku tidak mau kalah. “Bisakah kita mulai sekarang?” sahut seseorang, kurasa dia fotografer kami. Wanitakah? Kurasa aku sedang terpana dengan sosok wanita dihadapanku….. seorang gadis yang tadinya asyik dengan kamera ini mendongak dan memandang kami lembut, cantik sekali?! “Nuguseyo?” tanyaku spontan. Dia tersenyum, “Anyeonghaseyo, Kim Hyun Mi-imnida, bangapseumnida. Aku fotografer kalian untuk album kali ini. Mohon bantuan kalian?!” ujarnya sambil tersenyum cerah. “Jaga matamu agar tidak keluar Kyu, kau bisa menakutinya” dasar Choi Siwon, dia pasti balas dendam, ck! Segera kunormalkan kembali ekspresi wajahku, pasti konyol sekali. Memalukan! “Dia sangat cantik kan?” sahut Sungmin hyung yang berdiri di sampingku.
Kim Hyun Mi POV
Saat ini aku sedang dalam proses pemotretan untuk album sebuah boyband yang kuyakini kalian semua tahu, Super Junior. Ya aku fotografer untuk album mereka kali ini. Belum lama aku menjadi fotografer dan aku mendapat project untuk memotret artis sekelas mereka, kurasa aku sangat beruntung. Ini sudah kostum ketiga untuk hari ini. Sebenarnya aku lebih suka TVXQ, tapi aku juga suka Super Junior. Aku tertarik pada salah satu diantara mereka…. Cho Kyuhyun.
Author POV
Setelah pemotretan, mereka beristirahat sejenak dengan Hyun Mi yang ikut bergabung dengan para member Super Junior. “Makanan datang!” Shindong dan Kang In segera mengambil makanan yang dibawa oleh Manager Super Junior. “Ayo kita makan, Hyun Mi , bolehkah kami memanggilmu Hyun Mi-ya, tidak pakai ssi? Rasanya tidak nyaman” ucap Eunhyuk, Hyun Mi mengangguk pelan. “Tentu saja, aku juga tidak nyaman dipanggil seformal itu, aku akan memanggil kalian oppa juga”, “Tentu, panggil kami semua oppa”
Kyuhyun yang baru kembali dari kamar kecil segera duduk di sebelah Heechul, “Aku tidak kebagian? Hyung kalian benar-benar!? Aku lapar sekali, kalian tidak menyisakan untukku?” para member yang terkejut langsung mencari kesibukan lain. “Hyuk, kita mengambil alih chart Jepang begitu cepat ya?” Eunhyuk mengangguk dan mulai mencari alasan agar tidak dicurigai Kyuhyun. “Siwon-ah, kau akan ke China kan lusa?” Siwon mengiyakan perkataan Heechul. “Ya!! Aku bicara pada kalian hyung! Mana makananku?” raut wajah Kyuhyun kesal karena para hyungnya mengacuhkan perkataannya.
“Pasti Kang In hyung dan Shindong hyung kan yang menghabiskan jatahku!?” Shindong dan Kang In menelan ludah susah payah, Kyuhyun dengan keevilannya sedan kambuh, sangat berbahaya. “K… Kenapa kau menuduhku maknae, A… aku tidak memakan… jatahmu….” Elak Kang In setengah gugup. “Kau kan rakus hyung, pasti kau yang menghabiskan jatahku!”, “Aniya… kau ini kenapa menuduhku” Kang In segera pergi dari ruang itu, bisa bahaya kalau Kyuhyun tahu memang dia yang memakan jatahnya.
“Ck. Dasar tidak bertanggung jawab” Kyuhyun menolehkan kepalanya saat Hyun Mi memberikan sepotong roti padanya, “Makanlah Kyuhyun-ssi, aku tidak suka makan roti” perlahan Kyuhyun mengambil roti yang disodorkan padanya itu. “Kau yakin? Aku bisa mencari makanan nanti”, “Aniya, aku memang tidak suka roti makanlah, kau pasti lapar setelah pemotretan hari ini”. “Gomawo, hyungku memang tidak bertanggung jawab, setelah menghabiskan jatahku masih tidak mau mengaku” gerutu Kyuhyun sambil memakan rotinya, Hyun Mi menikmati raut wajah Kyuhyun yang cemberut. “Akan kubalas mereka nanti” Ucap Kyuhyun menunjukkan evil smirknya sambil menatap hyung-hyungnya yang masih betah pura-pura tidak tahu.
Dia sangat mempesona bahkan dengan wajah jahil, keluh Hyun Mi dalam hati. “Kau sangat lucu Kyuhyun-ssi” Hyun Mi tidak bisa menahan senyum melihat keevilan Kyuhyun yang kambuh. Kyuhyun sendiri terpaku dengan senyum manis gadis dihadapannya itu, membuatnya ikut tersenyum. “Aku memang lucu, selain itu aku tampan dan mempesona” tawa Hyun Mi tidak tertahankan mendengar kenarsisan Kyuhyun, lelaki itupun ikut tertawa. “Ada apa dengan mereka?” bisik Sungmin pada member lain yang dijawab gelengan oleh mereka. “Dan lagi jangan panggil aku Kyuhyun-ssi, kita seumuran kan?” Hyun Mi mengangguk “Aku akan memanggilmu Kyuhyun-ah ok?” Kyuhyun mengangguk senang makin membuat member lain heran.
Keesokan Harinya Author POV
Hyun Mi baru saja memasuki studio foto miliknya, ia sedikit terkejut melihat kekasihnya sudah di dalam studionya dan duduk di sofa ruang itu. “Sejak kapan kau ada disini?” tanyanya sambil meletakkan beberapa barang bawaannya. “Sudah 30 menit yang lalu, kau sangat sibuk sepertinya” timpal Tae Joon pelan. Tae Joon adalah seorang pemilik restoran di Seoul, dan mereka telah 1 tahun terakhir menjalin hubungan. Lebih tepatnya hubungan balas budi, dimasa lalu orang tua Tae Joon telah menolong orang tua Hyun Mi saat mengalami kecelakaan. Dan orang tua mereka menginginkan keduanya dijodohkan. Sayangnya keduanya tidak saling menyukai. Ditambah lagi Tae Joon telah memiliki kekasih saat itu.
“Apa ada yang ingin kau katakan padaku?” tanya Hyun Mi saat melihat Tae Joon hanya memandangnya dari tempatnya duduk saat ini. “Orang tuaku ingin makan malam denganmu nanti malam. Kosongkan semua acaramu nanti malam” jawab Tae Joon datar. Hyun Mi membuang nafas berat. “Kalian selalu melakukan hal yang kalian suka padaku, aku ada acara penting nanti malam. Mianhae, aku tidak bisa membatalkannya”, “Kau adalah gadis menyebalkan! Aku heran kenapa orang tuaku begitu ingin aku menikah denganmu!” bentak Tae Joon seraya bangkit dan keluar dari studio tersebut, meninggalkan Hyun Mi dengan perasaan kesal. Lagi-lagi Hyun Mi menghela nafas berat, “Aku bukan bonekamu ataupun boneka orang tuamu Yoon Tae Joon” gumamnya pelan.
SM Entertaiment 07.00 KST
Malam ini Super Junior melakukan pemotretan untuk sesi perorangan. Hyun Mi sudah berkutat dengan kamera dan sesekali mengarahkan bagian pencahayaan untuk mendapatkan cahaya yang ia mau. Mengabaikan ponselnya yang berdering berkali-kali, ia sudah tahu dari siapa yang meneleponnya dan ia sama sekali tidak tertarik dengan panggilan telepon itu. Keluarga Yoon Tae Joon yang merasa memiliki hak atas hidupnya membuatnya muak, ia merasa sangat tidak adil, bahkan orang tuanya sudah meninggal 2 tahun lalu, namun mereka tidak pernah berhenti memaksanya untuk segera menikah dengan putranya. Mengingat semua perlakuan Tae Joon padanya selama ini membuatnya yakin Tae Joon bukan orang yang tepat untuknya. Lelaki itu tidak jauh beda dengan orang tuanya, pemaksa, emosional, dan tidak peduli padanya. Ditambah Tae Joon seringkali menghinanya membuatnya sungguh muak.
“Hyun Mi-ya, ponselmu berdering dari tadi. Apa kau tidak ingin mengangkatnya?” Donghae menyerahkan ponsel Hyun Mi padanya. Hyun Mi menerima dengan enggan ponselnya dari tangan Donghae. “Gamshamida Donghae oppa, sebenarnya aku memang tidak berniat mengangkatnya” gumamnya pelan, “Mwo?” sepertinya Donghae tidak terlalu mendengar jawaban Hyun Mi. “Ah… Aniya aku akan meneleponnya nanti saja”, “emh…. Baiklah”. Kyuhyun yang duduk tidak jauh dari mereka tentu saja menyadari perubahan raut wajah Hyun Mi yang menjadi kurang bersemangat. “Kenapa wajah sedihnya membuatku ikut sedih” gumamnya.
Pemotretan sudah berjalan hampir 3 jam hanya tinggal beberapa member saja yang belum melakukan pengambilan gambar. “Miringkan sedikit kepalamu ke arah kanan Heechul oppa” ujar Hyun Mi mengarahkan pose Heechul, segera saja Heechul menuruti arahan Hyun Mi. Kyuhyun memperhatikan dengan sungguh-sungguh wajah Hyun Mi yang berseri selama pengambilan gambar. Beberapa staf berlalu lalang memberesi lokasi. Beberapa member juga telah terlihat kelelahan setelah pengambilan gambar. Siwon yang belum melakukan pemotretan masih bersiap dengan kostumnya dibantu seorang staf dan tentu saja Yoon Hee. Donghae dan Eunhyuk asyik dengan latihan mereka untuk album duet mereka. Shindong, Ryeowook dan Kang In sudah terlelap lalu Sungmin asyik mendengar lagu.
BRAKK….!!!
Suasana tenang pemotretan itu terpecah saat pintu dibuka dengan kasar hingga menimbulkan bunyi dentuman keras. Perhatian semua orang langsung mengarah pada seorang lelaki yang berdiri di depan pintu. Bahkan keributan tersebut membuat Shindong, Ryeowook dan Kang In terbangun karena terkejut. Hyun Mi terkejut melihat siapa yang berdiri disana. ”Agassi, ada apa ini?” tanya Ryeowook pelan. Raut marah wajah pria itu langsung terarah pada Hyun Mi yang berdiri tidak jauh dari pintu. “Kau! Gadis kurang ajar!” teriaknya membuat Hyun Mi kaget beserta takut melihatnya, tidak lupa keterkejutan member lain melihat hal ini. “Ikut aku sekarang sebelum kupatahkan kakimu!” teriaknya lagi tidak mempedulikan semua pandangan orang di dalam ruang itu.
Lelaki itu, Tae Joon, melangkah keluar. Hyun Mi meninggalkan kameranya dan hendak mengikuti lelaki itu saat Donghae dan Sungmin menghampirinya. “Hyun Mi-ssi, siapa dia itu? Kenapa kasar sekali padamu. Aneh sekali” sahut Donghae, diangguki oleh semua member. “Lebih baik jangan mengikutinya, dia kasar sekali” kali ini Shindong yang menyahutinya. “A…a… aniyo, nan gwenchana, dia….. kekasihku….?!” Jawab Hyun Mi pelan dan ragu saat mengatakan status pria itu, ia melirik pelan pada Kyuhyun yang memandangnya terus sedari tadi. Keterkejutan juga terlihat dari semua member. “Kekasih? Kenapa kekasihmu kasar sekali…..?!”,”Aku akan menemuinya dulu……?!” Jawab Hyun Mi sambil berjalan keluar dan menemui Tae Joon.
“Sepertinya bukan situasi yang baik, aku akan melihat mereka?!” sahut Siwon, “Lebih baik begitu Wonnie” Heechul yang sedari tadi diam menyetujui keinginan Siwon, “Aku ikut kau hyung” Kyuhyun ikut berdiri dan mendahului jalan Siwon. Ia khawatir melihat raut wajah ketakutan gadis itu.
Kim Hyun Mi POV
“Kau sengaja kan membuat orang tuaku menunggu selama 2 jam malam ini!! Dasar gadis tidak tahu diri! Kau pikir siapa yang menyelamatkan orang tuamu saat kecelakaan kalau bukan orang tuaku! Berani sekali kau berbuat begini!”, teriak Tae Joon padaku. Aku hanya bisa diam mendengar semua kata-kata dari mulutnya. “Kau tidak berguna!”,”Bukankah sudah kubilang aku tidak bisa hadir malam ini karena ada pemotretan!”. “Berani sekali kau sekarang! Aku tidak peduli! Kalau kubilang kau harus makan malam dengan orang tuaku, itu yang harus kau lakukan! Kau tidak bisa seperti sekarang kalau bukan karena orang tuaku, ingat itu!”. “Apa hanya itu yang ada dipikiranmu! Bahkan orang tuaku sudah meninggal, dan kalian masih menuntut balas budi? Balas budi seperti apalagi yang kalian ingin dariku! Bukan aku yang mereka selamatkan tapi orang tuaku yang bahkan sudah meninggal. Aku sudah seperti boneka selama ini menuruti semua keinginan kalian. Kalian suruh aku ke kanan, aku kekanan. Kalian suruh aku kekiri…… aku kekiri. Kalian menyuruhku menjauhi pergaulan umum….. aku melakukannya. Dan lihat apa yang terjadi sekarang, aku…. menyedihkan karena kalian!!” teriakku. Cukup sudah selama ini aku diam, aku sudah tidak sanggup. “Kau memang menyedihkan! Jangan lupakan, kau mendapat semua kenyamanan dari orang tuaku, pendidikan tinggi dari mereka, kehidupan layak dari mereka. Kalau tidak, kau dan bahkan kedua orang tuamu itu akan mati di jalan karena kelaparan. Jangan lupakan juga orang tuamu yang sudah tidak punya apa-apa setelah kecelakaan itu, gadis menyebalkan!”.
Cho Kyuhyun POV
Aku melihat semuanya…. Gadis itu menangis. Gadis yang bahkan hanya aku ketahui nama dan pekerjaannya. Aku tidak mengenalnya, tapi aku…. merasa sakit melihat ia diperlakukan seperti itu. Kehidupan macam apa yang dia alami selama ini? Siwon hyung saja terlihat kesal, apalagi aku.
Choi Siwon POV
Lelaki macam apa kekasih fotografer Kim itu, pria yang kasar dan tidak tahu sopan santun. Kutolehkan kepalaku ke kanan, wajah Kyuhyun mengeras, kurasa aku tahu kenapa. Kyuhyun menyukai fotografer Kim, Kyuhyun adalah dongsaeng kesayanganku, tidak mungkin aku tidak mengenali ekspresi wajahnya ini. Terlebih dia tidak pernah terlihat setertarik ini pada seorang wanita. Aku mengamatinya sepanjang pemotretan tadi, wajahnya tidak pernah terlepas dari fotografer Kim. Gadis yang hebat, bisa menarik perhatian setan game ini.
Author POV
Emosi Tae Joon yang sudah melewati batas itu hampir saja membuatnya memukul Hyun Mi bila tidak ada tangan yang sudah menghalanginya terlebih dahulu. “Kau tidak pantas menyentuhnya dengan tangan kotormu ini Tuan” sahut Kyuhyun dingin yang sudah berdiri di belakang Tae Joon dengan wajah mengeras. Hyun Mi terkejut melihat siapa yang telah menghalangi Tae Joon untuk memukulnya. Dibelakang Kyuhyun terlihat Siwon yang baru saja berhasil menyusul Kyuhyun. Melihat Hyun Mi yang hampir dipukul, reflek Kyuhyun berlari untuk menghalanginya. “Kau jangan ikut campur! Kau tidak tahu apa-apa!” bentak Tae Joon sambil mengibaskan tangan Kyuhyun. “Aku tidak peduli dia gadismu atau bukan, tapi setelah melihat yang hampir kau lakukan padanya, aku yakin gadis ini pasti muak padamu” bela Kyuhyun sambil menarik Hyun Mi berlindung di belakang punggung kokohnya. Hyun Mi mengeratkan genggamannya pada Kyuhyun.
“Dia adalah kekasihku, memangnya apa hubungannya denganmu!! Gadis menyebalkan ini benar-benar benalu dalam hidupku!! Sial sekali!” bentak Tae Joon tanpa mempedulikan Hyun Mi yang makin sesenggukan. “Kau pikir kau pantas menyebutnya kekasihmu setelah apa yang kau lakukan padanya? Kau pecundang! Jangan berpikir kau bisa menyakitinya lagi setelah ini!” balas Kyuhyun keras sambil membawa Hyun Mi pergi dari tempat itu. Siwon segera menghalangi Tae Joon yang ingin mengejar mereka. Donghae dan Sungmin yang khawatir pada keadaan Hyun Mi malah menemukan Siwon yang berusaha menahan Tae Joon. Keduanya langsung membantu Siwon. Siwon segera menyuruh Sungmin memanggil keamanan untuk membawa lelaki itu pergi.
Lantai teratas SM Entertaiment….
Suasana hening membuat Kyuhyun dan Hyun Mi yang duduk di kursi taman lantai teratas gedung SMEnt itu ikut canggung. Sudah lewat 10 menit keduanya diam. “Em… Kyuhyun-ssi…” panggil Hyun Mi canggung. Kyuhyun menoleh pelan pada gadis yang duduk disampingnya. “Jeongmal… gamshamida, karena kau telah membelaku tadi… aku tidak mengira kau ada disana….” Kyuhyun mengangguk pelan, “Hm… walaupun kita baru mengenal beberapa hari, tapi kurasa aku tetap harus membelamu. Lelaki itu kasar sekali. Apa dia sering memukulmu?” kali ini Hyun Mi menggeleng pelan. “Walaupun dia sering berkata kasar, tapi dia tidak pernah memukulku Kyuhyun-ssi”, “Aku mendengar semua yang lelaki itu katakan tadi padamu… mianhae, aku tidak bermaksud menguping….” Sahut Kyuhyun. “Gwenchana…”, “Hyun Mi-ssi….” Panggil Kyuhyun, Hyun Mi yang kali ini menoleh pelan, pandangan keduanya bertabrakan, saling mengagumi keindahan dari sinar mata masing-masing. “Ne?”, “Kurasa… aku…. tertarik padamu Hyun Mi-ssi…” walaupun suara Kyuhyun sangat pelan, namun Hyun Mi masih bisa mendengar apa yang dikatakan lelaki bertubuh tinggi 180 cm itu. “Mwo! Apa…”, “Aku tidak main-main Hyun Mi-ssi…. Walaupun terdengar konyol tapi aku sungguh-sungguh tertarik padamu. Aku tidak berharap apapun, hanya saja kurasa kau harus tahu perasaanku….” Sahut Kyuhyun pelan. Hyun Mi bisa melihat rona kemerahan di pipi Kyuhyun walaupun cahaya di tempat itu tidak terlalu terang.
TBC